Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

WOW! Jepara Pecahkan Rekor Muri Wanita Berkebaya Minum Kopi Terbanyak

Abdul Rochim • Rabu, 15 Mei 2024 | 02:10 WIB
PENGHARGAAN: Pemberian penghargaan Muri. (SYAHRI MUHARROM/RADARKUDUS)
PENGHARGAAN: Pemberian penghargaan Muri. (SYAHRI MUHARROM/RADARKUDUS)

 

JEPARA, Radar Kudus — Pemerintah Kabupaten Jepara kembali mencatatkan namanya dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) kemarin.

Itu setelah berhasil menyelenggarakan kegiatan menyeduh dan meminum kopi bersama dengan peserta perempuan berkebaya terbanyak.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Pantai Bandengan dengan tujuan untuk mempromosikan produk kopi lokal Jepara.

Dari pantauan di lapangan kemarin, kegiatan tersebut sebenarnya baru dimulai sekitar pukul 15.00 WIB.

Kegiatan tersebut melibatkan para perempuan dari beragam kalangan. Mulai dari para siswa SMA, mahasiswi, hingga ibu-ibu masyarakat umum.

Dari catatan Muri, peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut mencapai 7.587 peserta.

Jumlah tersebut melebihi target yang semula ditetapkan. Awalnya, kegiatan tesebut hanya menargetkan pesertanya sekitar 6.300 perempuan berkebaya saja.

”Filosofinya itu kami menghargai wanita. Wanita itu luar biasa. Karena dari ladang kopi, mengolah, hingga menyajikannya.

Dan kami tampilkan itu sebagai upaya mem-branding produk lokal Jepara,” ungkap Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta kemarin.

Ia berharap dengan kegiatan tersebut bisa turut mempromosikan produk kopi lokal Jepara.

Pasalnya, bahan utama yang dimanfaatkan dalam penyajian kopi tersebut merupakan kopi lokal khas Jepara.

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi. Ia turut mengapresiasi kegiatan tersebut.

Pasalnya, dengan kegiatan itu, bisa berdampak dalam promosi produk unggulan khas daerah Jepara.

Selain pemecahan rekor Muri, dalam agenda kemarin juga disajikan pertunjukan kebudayaan desa yang dihadirkan ke tempat wisata.

Kali ini, yang mendapat giliran adalah Carang Pakang dari Desa Bandengan dan Jembul Banyumanis dari Desa Banyumanis.

Rencananya, festival kebudayaan tersebut akan digelar rutin dua atau tiga bulan sekali sebagai upaya promosi kebudayaan asal Jepara.

Sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan di objek wisata yang dikelola Pemkab Jepara. (rom/war)

Editor : Abdul Rochim
#kopi #jepara #muri