
JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana mengabadikan nama atlet selam Syabilla Rizkia Putri Raharja sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan prestasinya.
Rencana tersebut mencakup pembangunan monumen serta penyematan namanya pada fasilitas kolam renang di kawasan Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan rencana itu saat melayat ke rumah duka Syabilla di Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara, Senin (27/10).
Baca Juga: Porprov Jateng 2026: Jepara Raih 11 Emas, Noor Sidik Persembahkan Kemenangan untuk Mendiang Syabilla
Ia berharap penghormatan tersebut dapat menjaga semangat almarhumah sekaligus menginspirasi atlet-atlet muda untuk terus mengejar prestasi.
Syabilla merupakan atlet berprestasi yang menyumbangkan dua medali emas bagi Jepara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Ia meraih emas pada nomor 100 meter dan 200 meter bifins putri sebelum meninggal dunia akibat insiden tenggelam saat mengikuti perlombaan selam laut di Pantai Awan Costa, Kota Semarang, Minggu (26/10).
Kepergian Syabilla meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat Jepara, serta dunia olahraga Tanah Air.
Karangan bunga dari pengurus cabang olahraga (cabor), instansi, perusahaan, dan almamater memenuhi jalan di depan rumah duka.
Pemkab Jepara Siapkan Penghormatan untuk Syabilla
Bupati Witiarso Utomo bersama Sekretaris Daerah Jepara Ary Bachtiar dan jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) datang untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Mereka juga mengirimkan tahlil dan doa bagi almarhumah.
Ary Bachtiar, yang juga menjabat Ketua Kontingen Kabupaten Jepara, mengatakan daerah kehilangan salah satu atlet terbaiknya. Sumbangan dua medali emas pada Porprov 2026 menjadi bukti kontribusi Syabilla bagi prestasi olahraga Jepara.
"Hari ini kami menyampaikan duka yang mendalam, atas berpulangnya Syabilla sebagai patriot Porprov Jepara 2026. Beliau telah menyumbangkan dua emas di Porprov tahun ini," ungkapnya.
Ary menambahkan, Pemkab Jepara tidak hanya menyiapkan tali asih dan bonus bagi almarhumah, tetapi juga sejumlah bentuk penghormatan agar perjuangannya tetap dikenang masyarakat.
Rencana tersebut antara lain pembuatan stiker untuk ditempel pada kendaraan serta pembangunan monumen dan pemberian nama Syabilla pada fasilitas kolam renang atau Olympic Pool.
"Diharapkan ini menjadi penyemangat bagi atlet-atlet yang lain," ucapnya.
Bupati Minta Restu Keluarga
Witiarso menegaskan, rencana pembangunan monumen dan penggunaan nama Syabilla pada fasilitas olahraga telah disampaikan kepada pihak keluarga.
Pemkab Jepara berharap inisiatif tersebut mendapat dukungan agar dapat diwujudkan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi almarhumah.
"Kami meminta restu terhadap pihak keluarga agar dapat membuat monumen pengingat. Agar semangatnya (Syabilla, red) ini dapat diwarisi oleh para atlet-atlet lain. Bisa memotivasi dalam meraih prestasi terbaik," sambungnya.
Menurut Witiarso, penggunaan nama Syabilla pada fasilitas olahraga bukan sekadar penghormatan terhadap atlet yang telah berpulang.
Langkah itu diharapkan menjadi pengingat tentang perjuangan, dedikasi, dan semangat meraih prestasi bagi generasi atlet berikutnya.
Dengan demikian, kontribusi Syabilla bagi Jepara diharapkan tetap hidup dan menjadi dorongan bagi atlet lain untuk berprestasi di tingkat regional maupun nasional.
Keluarga Dukung Rencana Monumen
Di tengah suasana duka, ayah Syabilla, Ajar Tri Raharjo, menyatakan tidak keberatan dengan rencana Pemkab Jepara tersebut.
Ia menyambut baik niat pemerintah daerah untuk mengenang putrinya sekaligus menjadikan semangatnya sebagai inspirasi bagi atlet lainnya.
Ajar berharap penghormatan itu dapat mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi, tidak hanya dari Jepara, tetapi juga dari Jawa Tengah dan daerah lainnya.
"Saya mendampingi ananda Syabilla, dari awal sampai akhir (sebelum meninggal dunia, red). Semoga semangatnya juga dapat menjadi pemantik bagi atlet yang lainnya," pungkasnya.
Rencana tersebut diharapkan menjadi bentuk penghargaan jangka panjang atas perjuangan Syabilla, sekaligus pengingat bahwa dedikasi seorang atlet dapat meninggalkan warisan semangat bagi dunia olahraga. (*)




