Imbas Dugaan Keracunan, Siswa SMPN 2 Jepara Trauma Terima MBG


JEPARA — Insiden dugaan keracunan yang dialami 123 siswa dan guru SMP Negeri 2 Jepara membuat sebagian siswa merasa khawatir saat kembali menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski kondisi para siswa dan guru berangsur pulih, pihak sekolah menilai kepercayaan terhadap program MBG perlu kembali dibangun.
Sekolah pun meminta penyedia memastikan seluruh proses pengolahan dan distribusi makanan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Kepala SMPN 2 Jepara Agung Sriharto mengatakan, pihak sekolah memberikan sejumlah masukan terkait pelaksanaan MBG.
Terutama menyangkut waktu pembagian, proses pengolahan makanan, hingga upaya memberikan rasa aman kepada siswa.
Menurutnya, sejak awal SMPN 2 Jepara memang memiliki pola pembagian MBG pada waktu yang relatif lebih siang.
Hal tersebut menyesuaikan dengan jam kepulangan siswa yang mencapai pukul 13.30.
"Waktu kepulangan siswa pukul 13.30, lebih lama dibanding sekolah lain," ungkap Agung, Sabtu (8/8).
Selain mengikuti kegiatan belajar mengajar, sebagian siswa juga menjalani kegiatan kokurikuler hingga sore.
Keberadaan MBG dinilai membantu siswa karena mereka dapat makan di sekolah sebelum melanjutkan kegiatan tanpa harus pulang terlebih dahulu.



