KUDUS - Upaya pengelolaan sumber daya air diperkuat melalui pembuatan sumur resapan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Kudus dan pihak perusahaan swasta di Taman Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Rabu (18/2).
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris hadir mendampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau kegiatan tersebut.
Program sumur resapan yang tersebar di 15 titik ini menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menjaga ketersediaan air tanah.
Ini sekaligus mengurangi risiko genangan dan banjir saat musim hujan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan dukungan terhadap program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut.
Dalam rangka gerakan sumur resapan dan biopori, Pemkab Kudus mendukung program Provinsi Jawa Tengah.
Yakni di mana setiap izin PBG, perlu menyertakan surat pernyataan kesanggupan untuk membuat sumur resapan.
"Sudah ada perdanya, nanti kami buat kajian untuk melihat tingkat kepatuhan dari para pemohon izin,” ujar Samani.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan tersebut sebagai investasi jangka panjang bagi ketersediaan air.
“Mari bareng-bareng dukung program ini di lingkungan masing-masing, minimal satu rumah ada satu (sumur resapan), kita menabung air, CAT (cekungan air tanah) kita terisi, dan kebutuhan air masyarakat terpenuhi. Nanti kantor pemerintah wajib membuat, sebagai contoh bagi masyarakat,” lanjutnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menekankan pentingnya langkah preventif dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
“Kalo melihat soal kebencanaan (hidrometeorologi), maka perlu program penanganan jangka panjang, salah satunya adalah sumur resapan dan biopori,” jelasnya.
Melalui kolaborasi ini, Pemkab Kudus berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi air semakin meningkat.
Hal ini sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim. (gal/him)
Editor : Abdul Rochim