GROBOGAN – Kebakaran menghanguskan lima kios di Pasar Gatak, Dusun Gatak RT 003 RW 012, Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
Kapolsek Pulokulon AKP Danang Esanto menyampaikan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 06.50 WIB.
Petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus olah tempat kejadian perkara (TKP).
Api pertama kali diketahui oleh Sugiyanto (39), petugas parkir pasar yang berada tak jauh dari lokasi.
Ia mendengar suara letupan dari dalam kios milik Sutiyem. Saat didekati, api sudah membesar dan melalap bagian dalam kios.
Sugiyanto pun berteriak meminta pertolongan.
Sejumlah pedagang dan warga, termasuk Nurhadi (42), berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menyelamatkan barang dagangan.
Namun kobaran api cepat merambat ke kios lain karena sebagian besar bangunan berbahan kayu dengan atap genteng dan asbes.
Dalam kondisi darurat, warga sempat menghentikan truk tangki air yang melintas untuk membantu proses pemadaman.
Tak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Wirosari dan dua unit dari Purwodadi tiba di lokasi.
Setelah berjibaku sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan dugaan sumber api berasal dari kompor gas yang digunakan untuk memasak air guna membuat teh.
Di dalam kios ditemukan sisa tabung elpiji 3 kilogram serta kompor satu tungku dengan lelehan yang diduga dari panci aluminium.
Yang memprihatinkan, dalam kios tersebut juga terdapat penjualan BBM jenis pertalite eceran dalam botol.
Petugas menemukan sisa botol dan genangan cairan berbau bahan bakar di sekitar lokasi.
Jarak antara kompor dan bahan bakar yang mudah terbakar itu dinilai sangat berisiko.
Lima kios yang terdampak terdiri atas kios es teh yang bagian depannya digunakan untuk berjualan BBM eceran, kios sembako, kios bakso/mie ayam, warung makan, serta satu kios bakso/mie ayam lainnya.
Sejumlah lapak pedagang di bagian belakang, seperti penjual ayam potong, gerabah, tape, bumbu, daging, dan kelontong, juga ikut tersambar api.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp 70 juta.
Kapolsek mengimbau para pedagang agar lebih memperhatikan keselamatan, terutama dalam penggunaan kompor gas dan penyimpanan bahan mudah terbakar.
Ia menegaskan agar kejadian serupa tidak terulang akibat kelalaian.
Editor : Abdul Rochim