GROBOGAN- Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Godong Tahun 2026 tampil berbeda. Camat Godong, Angga Putra Widanis hadir mengenakan seragam Sekolah Dasar (SD).
Penampilan ini menjadi simbol kuat bahwa pembangunan daerah harus dimulai dari pendidikan dan pembentukan karakter sejak usia dini.
Kegiatan Musrenbangcam dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Grobogan Tahun 2027 tersebut mengusung tema "Penguatan Perekonomian Daerah yang Inklusif, SDM Berkualitas, dan Pelayanan Publik yang Modern”, dengan subtema “Membangun Bangsa dan Negara Melalui Penguatan Pendidikan, Karakter, dan Moral Generasi Muda.”
Tidak hanya camat, para kepala desa hingga sekretaris desa (sekdes) juga mengenakan seragam pendidikan baik formal maupun informal.
Menariknya, dalam kegiatan tersebut, juga menggunakan foodtray (ompreng) dalam penyajian makanan, sebagai simbol dukungan terhadap program nasional yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekaligus kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari pembangunan karakter dan kesadaran lingkungan masyarakat.
Dekorasi acara pun memanfaatkan hasil desa dan produk BUMDes sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan.
Angga menegaskan bahwa pembangunan tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur dan ekonomi, tetapi dari kualitas manusianya.
“Kalau kita ingin membangun daerah yang kuat, maka fondasinya adalah manusia. Pendidikan sejak usia dini adalah titik awal pembangunan peradaban. Itulah makna dari simbol seragam SD ini,” tegas Angga.
Menurutnya, generasi muda yang berpendidikan, berkarakter, dan bermoral akan menjadi penopang utama pembangunan daerah di masa depan.
“Bangunan bisa rusak, jalan bisa berlubang, tapi kalau manusianya kuat, daerah ini akan tetap tumbuh. Karena itu pembangunan manusia harus jadi prioritas utama,” lanjutnya.
Selain pesan simbolik, Musrenbangcam Godong juga merumuskan arah pembangunan konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Pada sektor infrastruktur dan pengendalian banjir, fokus diarahkan pada kebutuhan strategis wilayah Godong. Program yang diusulkan meliputi normalisasi Sungai Jajar Lama di Desa Guyangan (wilayah Desa Kramat) sepanjang ±2.000 meter dengan pagu Rp 500 juta, normalisasi Sungai Jajar Lama di Desa Guci sepanjang ±1.000 meter dengan pagu Rp 800 juta.
Kemudian normalisasi Sungai Jajar Lama di Desa Sumberagung sepanjang ±200 meter dengan pagu Rp 300 juta, serta normalisasi Kali Jajar Lama di Desa Gundi sepanjang ±500 meter dengan pagu Rp 500 juta. Seluruh kegiatan tersebut diusulkan melalui BBWS Pemali–Juana.
Pembangunan konektivitas wilayah juga menjadi prioritas. Program yang dirumuskan mencakup pembangunan jembatan penghubung Desa Klampok–Desa Kemloko dengan pagu Rp 1,5 miliar, pembangunan Jembatan Dusun Sidorejo Desa Kemloko dengan pagu Rp 1,5 miliar, serta pembangunan Jalan Bulu–Saban di Desa Karanggeneng dengan pagu Rp 2 miliar. Seluruhnya diusulkan melalui Dinas PUPR.
Pada rumpun ekonomi, fokus pembangunan diarahkan pada sektor pertanian dan ketahanan pangan sebagai basis ekonomi utama Kecamatan Godong.
Usulan yang disepakati meliputi pengadaan traktor di Desa Karanggeneng, pengadaan alsintan alat tanam dan chombie di Desa Godong serta pengadaan drone spray padi sebanyak 1 unit di Desa Manggarmas. Seluruh program tersebut diusulkan melalui Dinas Pertanian. (int)
Editor : Abdul Rochim