GROBOGAN – Upaya serius menjaga keselamatan perjalanan kereta api terus dilakukan PT KAI Daop 4 Semarang.
Salah satu langkah tegas dengan penutupan perlintasan sebidang tidak terjaga JPL 83 Km 59+0/1 di petak jalan Stasiun Karangsono–Stasiun Gundih, wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Perlintasan yang selama ini dikenal rawan kecelakaan itu resmi ditutup demi meminimalisasi risiko kecelakaan lalu lintas sekaligus melindungi keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat pengguna jalan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan bahwa penutupan tersebut merupakan langkah preventif yang tidak bisa ditawar.
“Perlintasan sebidang merupakan salah satu titik rawan kecelakaan. Penutupan dilakukan karena perlintasan tersebut tidak memenuhi standar keselamatan dan demi melindungi keselamatan perjalanan kereta api serta masyarakat,” ujarnya.
Menurut Luqman, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan KAI dalam meningkatkan keselamatan transportasi perkeretaapian nasional.
Ini sekaligus upaya nyata menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang yang masih tinggi.
Sebelum penutupan dilakukan, KAI Daop 4 Semarang telah berkoordinasi dengan unsur kewilayahan setempat serta melakukan sosialisasi kepada warga.
Hasilnya, proses penutupan berjalan lancar, aman, dan kondusif.
Masyarakat pun menyatakan tidak keberatan karena memahami bahwa keselamatan bersama jauh lebih penting daripada akses cepat yang berisiko.
KAI Daop 4 Semarang juga mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan perlintasan sebidang resmi yang dilengkapi fasilitas keselamatan, mematuhi rambu-rambu.
Selain itu juga diimbau selalu mendahulukan perjalanan kereta api.
Pihaknya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi meningkatkan keselamatan.
Khususnya di area perlintasan sebidang, demi mewujudkan transportasi perkeretaapian yang selamat, andal, dan berkelanjutan,” tutup Luqman. (int)
Editor : Abdul Rochim