GROBOGAN– Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kembali padam sejak awal Januari 2026.
Ikon wisata milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu kini tak lagi menyala seperti biasanya.
Padamnya Api Abadi Mrapen kali ini bukan kali pertama. Api legendaris tersebut sebelumnya juga pernah mati total dalam waktu cukup lama, yakni sejak September 2020 hingga April 2021.
Setelah itu, api kembali menyala dan digunakan dalam berbagai kegiatan adat, budaya, keagamaan, hingga seremoni resmi.
Padamnya api kembali menjadi perhatian publik setelah video kondisinya viral di media sosial TikTok. Dalam video yang diunggah akun @Inlita_, terlihat titik api utama dalam kondisi mati.
Di lokasi terpasang papan bertuliskan “Maaf, api sedang dalam perbaikan.”
Unggahan itu ramai diperbincangkan warganet. Dalam keterangannya, pengunggah menulis, “Gas e entek bro drung tuku mnh#fyp” (Gasnya habis, belum beli lagi).
Salah satu petugas Api Abadi Mrapen, Anas Rofiqi, membenarkan bahwa api di kawasan wisata tersebut memang telah padam. Ia menjelaskan, api sudah tidak menyala sejak 1 Januari 2026.
“Sudah mati sejak 1 Januari. Pipa aliran gasnya penuh lumpur. Kami tidak punya alat sedotnya. Sekarang masih menunggu penanganan dari ESDM,” katanya.
Menurut Anas, pihak pengelola belum dapat melakukan perbaikan secara mandiri.
Ini karena keterbatasan peralatan dan kewenangan teknis, sehingga penanganan sepenuhnya menunggu tindak lanjut dari instansi terkait.
Sementara itu, Kasi Energi Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan, Slamet, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan resmi sebelum dilakukan tinjauan lapangan dan kajian awal.
“Kami belum bisa memberikan keterangan sebelum melakukan tinjauan lapangan dan kajian awal,” ujarnya dalam pesan singkat.
Ia menambahkan, Dinas ESDM Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) bersama Cabang Dinas ESDM Kendeng Selatan telah menjadwalkan peninjauan langsung ke lokasi.
“Rencananya akan dilakukan tinjauan lapangan dan kajian awal pada pekan depan,” katanya.
Hingga saat ini, kawasan wisata Api Abadi Mrapen tetap dibuka untuk pengunjung. Namun, titik utama api abadi masih dalam kondisi mati dan menunggu hasil kajian teknis serta langkah penanganan dari pihak ESDM. (int/him)
Editor : Abdul Rochim