Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Tepis Isu Pungli Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo, Begini Penjelasan Wabup Grobogan

Abdul Rochim • Selasa, 30 Desember 2025 | 19:26 WIB
Para penerima bantuan becak listrik sedang menjajal becaknya.
Para penerima bantuan becak listrik sedang menjajal becaknya.

GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten Grobogan meluruskan kabar yang sempat beredar terkait dugaan pungutan liar dalam program bantuan becak listrik.

Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo, memastikan seluruh unit becak listrik yang dibagikan kepada tukang becak benar-benar tanpa biaya, alias gratis.

Bantuan tersebut merupakan program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan diserahkan kepada penerima di Pendapa Grobogan pada Sabtu (27/12).

Sugeng menegaskan, tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun selama proses penyaluran.

Klarifikasi itu dilakukan setelah Sugeng menerima informasi terkait isu pungli pada Senin malam (29/12/2025).

Sebagai penanggung jawab pelaksana program, ia langsung menggelar pertemuan terbuka pada Selasa (30/12/2025) untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

“Begitu saya menerima informasinya, hari itu juga langsung saya tindaklanjuti. Semua pihak yang terkait kami hadirkan,” ujar Sugeng.

Dalam pertemuan tersebut, penerima bantuan dihadirkan dan dimintai keterangan secara langsung.

Sugeng mengaku menanyakan satu per satu secara terbuka dan netral untuk memastikan apakah benar ada pungutan.

“Hasilnya jelas. Tidak ada satu pun yang menyatakan dipungut biaya. Tidak ada pungli, bahkan sepeser pun,” tegasnya.

Sugeng menjelaskan, isu tersebut ternyata berawal dari guyonan salah satu penerima becak listrik yang disalahpahami oleh warga.

Candaan itu dilontarkan karena penerima khawatir memicu kecemburuan sosial dari warga lain yang belum memperoleh bantuan serupa.

Hal itu dibenarkan oleh Siswadi, salah satu penerima becak listrik.

Ia mengaku sempat bercanda saat ditanya tetangganya mengenai bantuan tersebut.

“Saya jawab iya berbayar, tapi itu cuma guyon. Maksudnya biar tidak pada minta,” tuturnya.

Meski demikian, Sugeng menilai kabar miring tersebut tidak sepenuhnya murni akibat candaan.

Ia menduga ada pihak tertentu yang memang kurang berkenan dengan program becak listrik gratis ini.

“Kalau menurut saya, bukan hanya karena guyonan. Ada kemungkinan sentimen dari pihak yang tidak suka dengan program ini,” katanya.

Di sisi lain, Sugeng justru menyoroti ketatnya pengawasan di lapangan.

Bahkan, ketika ada penerima yang hendak memberikan ayam sebagai ungkapan terima kasih kepada tim penyalur, hal itu langsung ditolak.

“Ada yang mau menyembelih ayam untuk petugas, tapi itu juga tidak diperbolehkan. Ini bukti bahwa kami benar-benar menjaga agar penyaluran bersih,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan, sejak awal pihaknya telah memberi instruksi tegas agar bantuan disalurkan tanpa membebani penerima.

Terlebih, becak listrik tersebut merupakan bantuan gratis yang bersumber dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto.

“Kasihan kalau tukang becak masih harus dibebani. Ini murni bantuan,” tegasnya.

Adapun penerima bantuan harus memenuhi sejumlah kriteria, seperti berusia maksimal 55 tahun, memiliki KTP Grobogan, dan berprofesi sebagai tukang becak aktif.

Pemkab Grobogan juga tengah mengajukan penyaluran tahap kedua sebanyak 150 unit, dengan rencana penyesuaian batas usia penerima hingga 60 tahun.

Dengan adanya klarifikasi ini, Pemkab Grobogan berharap isu dugaan pungli tidak lagi berkembang dan masyarakat memperoleh informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Editor : Abdul Rochim
#Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo #pungli #becak listrik #Presiden Prabowo