GROBOGAN - PT Polygroup perusahaan manufaktur multinasional yang berbasis di Tiongkok, secara resmi mengembangkan pabrik keduanya di Indonesia.
Tepatnya di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan.
Peletakan batu pertama atau groundbreaking resmi dilakukan hari ini.
Di lahan seluas 20 hektare ini akan berdiri dua pabrik anak perusahaan Polygroup yakni PT Harmoni Cahaya Indonesia seluas 5 hektare untuk ekspor ke Eropa.
Serta satu lagi PT Nortex Berkat Indonesia seluas 15 hektare untuk eskpor ke Amerika Serikat.
Tahap pertama ini, baru PT Harmoni Cahaya Indonesia yang didirikan dengan target operasional pada Maret 2026.
Dalam ekspansinya kali ini, perusahaan diklaim akan dapat menyerap sedikitnya 6.000 tenaga kerja setelah nantinya beroperasi.
Chairman PT Poly Group Manufactur Indonesia, Paul Cheng menyebut bahwa pabrik di Grobogan yang berdiri di atas lahan seluas lima hektare akan menjadi langkah strategis dalam memenuhi target ekspor mereka dalam sembilan bulan ke depan.
"Kami berencana melayarkan 7.000 kontainer ke mancanegara. Semua produk kami sepenuhnya untuk ekspor," jelasnya.
Grobogan, lanjut Paul, menjadi kawasan industri kedua mereka setelah sebelumnya pada tahun 2023 mereka berinvestasi di Indonesia pertama kali di Kawasan Industri Kendal (KIK) atau Kendal Industrial Park.
Ia menyebut bahwa keputusan memilih Grobogan dan Kendal adalah karena harga yang kompetitif.
Di samping itu baik perusahaan maupun masyarakat lokal sama-sama saling membutuhkan.
"Kami terbuka menerima semua pekerja, dari mana pun asalnya. Yang terpenting adalah kemauan dan semangat bekerja," ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan usai seremoni peletakan batu pertama.
Acara tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan pabrik yang digadang-gadang akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Grobogan.
Selain Indonesia, PT Poly Group telah lebih dulu mendirikan pabrik di mancanegara seperti Amerika Serikat, Mexico, dan China.
Direktur Utama PT ALIB, Didik Prawoto menyampaikan apresiasinya atas investasi PT Poly Group di wilayah tersebut.
Ia optimistis keberadaan perusahaan ini akan membawa perubahan signifikan, terutama dalam membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
"Kami sudah bekerja keras agar semua pekerjaan bisa sesuai target. Kami sangat berterima kasih kepada PT Poly Group yang telah berinvestasi di Desa Sugihmanik," ungkap Didik.
Sedangkan, Tokoh masyarakat Sugihmanik, Istiyanto, menyambut baik investasi ini.
Menurutnya, tanah yang sebelumnya mangkrak kini berubah menjadi lahan produktif yang menyimpan banyak harapan.
Ia berharap kehadiran PT Poly Group menjadi awal dari gelombang investasi lain di kawasan industri seluas 82 hektare tersebut.
"Selain menyerap tenaga kerja, akan ada dampak ekonomi lanjutan seperti tumbuhnya usaha kecil di sekitar kawasan, misalnya warung makan dan jasa cuci pakaian," katanya.
Istiyanto berharap pemerintah desa turut aktif menjembatani aspirasi warga agar tidak terjadi gesekan, serta menjamin pembangunan berjalan kondusif dan membawa manfaat luas.
Dengan target ekspor besar-besaran dan terbukanya ribuan lapangan kerja, Grobogan tampaknya tengah bersiap menjadi poros industri baru di Jawa Tengah. (int/amr)
Editor : Syaiful Amri