GUBUG, RadarPati.ID – Belum genap satu bulan sejak diperbaiki, tanggul Sungai Tuntang di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, kembali jebol, Minggu (9/3).
Luapan air akibat hujan deras semalaman membuat tanggul sepanjang 10 meter dengan lebar 3 meter dan kedalaman 5 meter kembali ambruk.
Akibatnya, Desa Baturagung dan Desa Ringinkidul kembali tergenang banjir.
Kepala BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, mengonfirmasi bahwa banjir besar ini terjadi karena tingginya curah hujan yang membuat Sungai Tuntang meluap.
“Sebanyak 15 KK di Desa Baturagung dan 650 KK di Desa Ringinkidul terdampak. Saat ini, 150 warga harus mengungsi,” ujarnya.
Tak hanya itu, banjir juga menerjang Dusun Penadaran, Tempel, dan Kedungkakap di Desa Penadaran, dengan ketinggian air mencapai 50–100 cm.
Bahkan, Sungai Tuntang meluap hingga ke jembatan rel kereta api yang sempat jebol pada Januari 2025,
Hal tersebut menyebabkan pengikisan yang mengancam infrastruktur transportasi.
Banjir ini bukan hanya menghantam Kecamatan Gubug.
Air kiriman dari hulu Sungai Lusi, Glugu, dan Tuntang menyebabkan 6 kecamatan di Kabupaten Grobogan terdampak parah, yakni:
Kecamatan Toroh (Desa Boloh, jalan penghubung Boloh-Kenteng tergenang)
Kecamatan Purwodadi (Kelurahan Purwodadi, Kalongan, dan Desa Karanganyar)
Kecamatan Kedungjati (Beberapa desa terendam)
Kecamatan Tawangharjo (Desa Jono)
Kecamatan Gubug (Desa Baturagung, Penadaran, Papanrejo)
Kecamatan Tegowanu (Desa Sukorejo)
Saat ini, BPBD terus melakukan pemantauan tinggi muka air (TMA) di berbagai titik kritis serta memberikan ribuan karung pasir untuk mengantisipasi tanggul jebol susulan. (mun/him)
Editor : Abdul Rochim