Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tiga Hari Disisir! Bapanas Telusuri Harga Beras di Grobogan, Ada Apa?

I
SIDAK: Bapanas saat sidak di sejumlah titik Kabupaten Grobogan.
SIDAK: Bapanas saat sidak di sejumlah titik Kabupaten Grobogan.

GROBOGAN– Badan Pangan Nasional (Bapanas) turun langsung ke Kabupaten Grobogan selama tiga hari. Kedatangannya untuk menelusuri harga beras dan memastikan seluruh komoditas masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).


Advertisement

Langkah ini diambil setelah muncul dugaan kenaikan harga beras di berbagai daerah, termasuk beberapa titik di Pulau Jawa yang dinilai perlu mendapatkan atensi khusus.

Penyidikan dilakukan bersama Polres Grobogan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan, serta Dinas Ketahanan Pangan Daerah (DKPD).

Tim gabungan bergerak ke sejumlah lokasi strategis seperti toko ritel, Pasar Induk Purwodadi, dan beberapa distributor yang dianggap mewakili sampel harga di lapangan.

Advertisement

Staf Bapanas, Ians Adji Adhitama, menjelaskan bahwa penyidikan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian harga beras nasional.

"Bapanas sebelumnya telah melakukan pemantauan di Papua dan Maluku, namun temuan terbaru menunjukkan bahwa di Jawa juga terdapat beberapa titik yang terindikasi mengalami kenaikan harga," ujarnya.

Karena itu, pengecekan di Grobogan dilakukan untuk memastikan apakah benar harga beras melampaui HET atau hanya terjadi kesalahan data dalam pelaporan.

Advertisement

Selain Ians, kegiatan tersebut diikuti Polres Grobogan, Disperindag serta DKPD Grobogan. Kehadiran seluruh instansi ini dimaksudkan agar proses penyidikan berjalan lebih akurat dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

"Dari hasil pengecekan sementara, harga beras di Kabupaten Grobogan dinyatakan aman. Di toko ritel, pasar induk, maupun distributor, harga beras premium, medium, dan SPHP seluruhnya masih berada dalam batas HET untuk Zona 1 Pulau Jawa," paparnya.

Ians menyebut kesesuaian harga ini menunjukkan bahwa stabilitas beras di Grobogan relatif terjaga dan tidak ditemukan indikasi kecurangan harga.

Meski demikian, persoalan berbeda muncul pada harga gabah. Ians mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan ternyata lebih kompleks dari perkiraan awal. Walaupun Bapanas tidak melakukan pemantauan khusus terhadap HET gabah, tim menemukan masih adanya penjualan gabah di atas Rp6.500 per kilogram.

"Temuan ini akan didalami lebih lanjut untuk mengetahui apakah diperlukan penyesuaian HET gabah atau ada pihak yang harus ditindak karena menjual di luar ketentuan," imbuhnya.

Ians menegaskan bahwa tujuan utama penyidikan ini adalah memastikan tidak ada fluktuasi harga yang berlebihan sehingga stabilitas beras bagi masyarakat tetap terjaga. (int)

Advertisement

Artikel Terkait

Enam Cabang Masuk Tiga Besar MTQ Nasional, Pati Sumbang Prestasi untuk Jateng

Enam Cabang Masuk Tiga Besar MTQ Nasional, Pati Sumbang Prestasi untuk Jateng

Kafilah Pati meraih prestasi tiga besar di enam cabang MTQ Nasional XXXI 2026. Capaian ini turut berkontribusi mengantarkan Jawa Tengah menempati posisi kedua tingkat nasional.

Manajemen Safin Pati Gelar Pertemuan Penting dengan Rama Jangkar di Semarang

Manajemen Safin Pati Gelar Pertemuan Penting dengan Rama Jangkar di Semarang

Manajemen Safin Pati Sports School menaruh perhatian serius pada insiden yang terjadi pada laga Piala Soeratin U17 Jawa Tengah 2026, Senin (27/7/2026) lalu.

Gubernur Jateng Persilakan Iwapi Kelola Potensi Aset Daerah untuk Dorong Ekonomi

Gubernur Jateng Persilakan Iwapi Kelola Potensi Aset Daerah untuk Dorong Ekonomi

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi membuka peluang bagi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) untuk memanfaatkan aset milik pemerintah provinsi, guna mengembangkan usaha dan memperkuat ekonomi daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer