Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dzikri Sabiqul Ula, Bangga Jadi Sarjana Pertama di Keluarga

R
Dzikri Sabiqul Ula, bangga menjadi sarjana pertama di keluarganya setelah empat tahun berjuang. (SYARIFUDIN AL AZHARI/MAGANG/RADAR KUDUS)
Dzikri Sabiqul Ula, bangga menjadi sarjana pertama di keluarganya setelah empat tahun berjuang. (SYARIFUDIN AL AZHARI/MAGANG/RADAR KUDUS)

Advertisement

KUDUS – Dzikri Sabiqul Ula, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin angkatan 2022, berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya dalam waktu empat tahun.

Pencapaian tersebut menjadi momen membanggakan bagi dirinya sekaligus keluarga, karena ia menjadi sarjana pertama di keluarganya.

Dzikri mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas keberhasilannya menyelesaikan perjalanan panjang di bangku perkuliahan.

Advertisement

Ia mendedikasikan pencapaian tersebut untuk kedua orang tuanya yang telah memberikan doa, dukungan, dan pengorbanan selama proses pendidikannya.

Menurutnya, kuliah mengajarkan arti kerja keras dan kesabaran.

Proses pengerjaan skripsi serta revisi yang berulang kali sempat membuatnya frustrasi, tetapi pengalaman tersebut melatih dirinya untuk tidak mudah menyerah.

Advertisement

Tantangan terbesar yang dihadapi selama kuliah adalah mengatur waktu.

Selain menjalani perkuliahan, ia aktif mengikuti organisasi, program pengabdian masyarakat bersama dosen, membantu penelitian dosen, magang, hingga berpartisipasi dalam kompetisi ilmiah atau Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Dari berbagai pengalaman tersebut, Dzikri memiliki pesan motivasi bagi siapa pun yang sedang berjuang meraih cita-cita.

 “Apa yang kamu mulai saat ini, segera tuntaskan. Jangan pernah menyerah. Semakin banyak tekanan, maka membuat kamu semakin berkembang,” ungkapnya.

Advertisement

Artikel Terkait

BIKIN MEWEK, Sosok Anak Pedagang Sayur Ini Raih Cumlaude, Persembahkan Gelar untuk Ibu

BIKIN MEWEK, Sosok Anak Pedagang Sayur Ini Raih Cumlaude, Persembahkan Gelar untuk Ibu

Anak pedagang pasar asal Pati berhasil lulus cumlaude dari Universitas YPPI Rembang dengan IPK 3,98. Gelar sarjana dipersembahkan untuk ibunya yang berjuang berdagang di pasar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer