Advertisement
Maulidia Cahayaning Putri. (DOK PRIBADI)" width="100%">
KUDUS – Kesibukan sebagai host live dan admin tidak membuat Maulidia Cahayaning Putri (22) meninggalkan kecintaannya pada dunia literasi.
Warga Desa Sadang, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu tetap meluangkan waktu untuk membaca, menulis, hingga menggambar sebagai cara mengembangkan diri sekaligus melepas penat.
Lulusan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Sunan Kudus yang akrab disapa Aya tersebut menganggap membaca bukan sekadar hobi, melainkan bagian penting dari perjalanan hidupnya.
Kecintaan terhadap buku tumbuh sejak dirinya duduk di bangku kelas V sekolah dasar. Saat itu, sebuah buku bergambar berjudul Pak Pos yang Budiman menjadi awal mula ketertarikannya pada dunia literasi.
Baca Juga: SOSOK M. Adel Hilmi Juara Putera Jawa Tengah 2026, Siap Promosikan Wisata Indonesia
"Dari kecil memang suka baca. Awalnya buku bergambar, lalu waktu SMP mulai kenal novel. Sejak SMA saya mulai beli novel sendiri," ujarnya.
Kebiasaan membaca itu terus berlanjut hingga sekarang. Aya mengaku telah mengoleksi sekitar 60 hingga 70 buku di rumah. Sebagian besar merupakan novel, genre yang paling disukainya.
Peraih beasiswa Bank Indonesia melalui program Generasi Baru Indonesia (GenBI) tersebut mengaku mengagumi karya-karya penulis Leila S. Chudori.
Baginya, novel Laut Bercerita menjadi bacaan yang paling membekas karena berhasil membangkitkan kembali minat membacanya setelah sempat vakum selama dua tahun.
"Novel itu bikin saya sadar lagi betapa saya suka membaca. Setelah dua tahun vakum, akhirnya saya kembali aktif baca," katanya.
Tak hanya gemar membaca, Aya juga aktif menulis. Ia pernah terlibat dalam penyusunan buku antologi cerpen bersama komunitas literasi daring yang diikutinya.




