Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perancang Busana Jepara Suka Warna Menyala, Begini Karakteristik Karyanya

F
Penulis: Fikri Thoharudin❯

 

Azharuzzainiyah. (DOK. PRIBADI)
Azharuzzainiyah. (DOK. PRIBADI)

RADARPATI.ID - BUSANA menurut Nia adalah perpaduan antara ide, seni, kreativitas serta ketekunan hati.


Advertisement

Dara muda asal Jepara pemilik nama lengkap Azharuzzainiyah mulai menggeluti dunia tersebut sejak duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK).

Nia mengambil jurusan tata busana di SMKN 2 Jepara dan lulus pada 2020 silam.

Persinggungan dan pengalamannya sewaktu sekolah kian memantapkan tekadnya untuk terjun sebagai perancang busana yang andal.

Advertisement

Setelah lulus sekolah, satu tahun setelahnya dirinya mengambil kursus di lembaga pelatihan kerja (LPK) Adana Yogyakarta.

Penempaan diri selama kursus tersebut kian membentuk kepribadiannya.

Pencapaian pertamanya mencerminkan ketekunan hati dan usahanya. Terlebih saat mendapatkan juara satu dalam gelar karya antar siswa.

Advertisement

"Aktivitas ini merupakan sesuatu yang perlu meluangkan pikiran, ide dan hati secara penuh. Bagi saya ini sebuah seni yang perlu diasah dan dikembangkan," ucapnya.

Setelah lulus dari LPK, Nia mulai merintis usahanya sendiri yang diberi nama by.azharuzzainiyah.

"Dari yang awalnya iseng posting baju ternyata malah banyak yang tertarik dan lama-lama makin banyak pesanan. Akhirnya saya buka usaha ini," kenangnya.

Dalam menjalankan usahanya, dara muda kelahiran 3 Agustus 2002 tersebut, memberdayakan sekaligus dibantu oleh dua orang tetangganya.

"Selain merancang busana, tak jarang juga saya berikan make up gratis. Terlebih bagi pemesan (custom, Red) busana pengantin, jadi sekalian saya rias juga," ucapnya sumringah.

Dalam satu bulan, Nia dapat menyelesaikan lebih dari 30 setelan.

Karya-karyanya lebih condong baju-baju kebaya, dress, dan busana-busana untuk acara formal-seremonial.

"Selain dari Jepara, banyak juga yang pesanan dari luar daerah, termasuk luar Jawa. Karena waktu masih belajar di LPK jadi lebih banyak punya jejaring," tuturnya.

Dirinya merasa cukup berkembang dalam menjalani hari-harinya sebagai seorang desainer, penjahit, hingga perancang busana tersebut.

Dari yang awalnya sebagai hobi dapat menjadi mata pencaharian.

"Ini murni eksplorasi diri saya, karena ayah saya pun bekerja dalam sektor mebel. Ke depan saya berencana mau membuat butik yang ready to wear, tidak hanya custom seperti saat ini," jelasnya.

Tak hanya itu, Nia juga berusaha memunculkan busana-busana baru dengan desain yang sederhana namun berkesan.

Memadukan antara berbagai kreativitas dan gaya yang sedang ngetrend serta berkembang.

"Kalau saya sendiri suka dengan busana dengan karakteristik warna yang benar-benar menyala," tutupnya sembari menyiratkan perpaduan busana dengan warna kulit masyarakat Indonesia. (fik/zen)

 

 

 

Advertisement
Editor : Abdul Rochim

Artikel Terkait

Mencicipi MBG Prasmanan, Wabup Jepara Gus Hajar: Menu Masih Hangat

Mencicipi MBG Prasmanan, Wabup Jepara Gus Hajar: Menu Masih Hangat

Pilot project pendistribusian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan di Jepara, memasuki hari ke-4. Jepara menjadi salah satu dari 60 titik se-Indonesia yang dipilih untuk menerapkan uji coba ini. 

  Cerita Korban Selamat KM Virgo yang Selamat setelah 9 Jam di Atas Skoci 

Cerita Korban Selamat KM Virgo yang Selamat setelah 9 Jam di Atas Skoci 

Abdul Kholeq menjadi orang beruntung. Dia selamat dari maut saat KM Virgo Transport 8 tenggelam di Perairan Masalembo, Laut Jawa.  Tiga warga Jepara yang menumpang kapal feri itu, dia satu-satunya yang selamat.

Duduk Perkara Dugaan Keracunan MBG di Jepara, 118 Siswa dan Guru Terdampak

Duduk Perkara Dugaan Keracunan MBG di Jepara, 118 Siswa dan Guru Terdampak

118 penerima manfaat, terdiri atas 106 siswa dan 12 guru, mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jepara

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer