Ternyata Ini Rahasia di Balik Sosok Augischa asal Rembang yang Serba Bisa

KULIAH dan kerja dijalani Wahyu Trisna Augischa.
Saat di rumah ikut project dengan pemerintah desa syuting video edukasi.
Dara berhijab satu ini tercatat menjadi duta genre, tugasnya edukasi remaja hingga ibu hamil.
Gischa benar-benar mandiri. Kuliah lewat jalur beasiswa. Kebutuhan sehari-harinya dipenuhi lewat bekerja.
Jadi tanpa sponsor orang tua. Kunci konsisten menjalani padatnya rutinitas dengan manajemen waktu.
Gischa membenarkan kuliah lewat jalur beasiswa. Ikut proses seleksi.
Akhirnya mendapat program beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, lewat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora).
Dara kelahiran Pangkalpinang 29 Mei 2005 bisa kuliah gratis dari info guru bimbingan konseling (BK) di sekolah almamaternya.
Sekolah lulus tahun 2023. Sempat daftar kuliah tapi keneruntungan belum berpihak. Setahun dirinya fokus kerja.
Kerja pertama magang admin di bagian finance. Lalu mencoba pengalaman baru menjadi admin umum di lembaga pelatihan kursus (LPK) bahasa Jepang.
Setelah itu melanjutkan menimba ilmu di bangku perkuliahan.
”Saya pikir-pikir, ambil kuliah sambil kerja. Akhirnya saya putuskan di Universitas Terbuka (UT). Ikuti seleksi akhirnya lolos," pengakuan mahasiswi semester I jurusan ilmu hukum ini.
Berbagai pengalaman kerja dirasakan. Termasuk saat menjadi admin umum LPK bahasa Jepang di Rembang.
Keuntungan di tempat kerja baru ini bisa belajar bahasa asing. Apalagi dia tidak punya dasar sama sekali.
”Ibaratnya tidak ada sponsor dari ortu lagi. Sudah kerja. Kuliah ful beasiswa. Alhamdulilah bisa mandiri untuk biaya pendidikan dan lain-lain,” bangganya.
Tidak hanya itu saja dara yang saat ini ngekos di Rembang juga nyambi belajar make up artist (MUA). (noe/war)



