
RADARPATI.JAWAPOS.COM - Jagat media sosial kembali diguncang fenomena perburuan massal (cyber hunt) terhadap seorang perempuan bernama Lylia.
Nama tersebut mendadak menjadi perbincangan hangat warganet setelah diseret dalam narasi video berdurasi 7 menit bertajuk "Coolmax", di mana ia dituduh sebagai seorang kasir minimarket Indomaret.
Imbas derasnya rasa penasaran publik, berbagai platform digital seperti Instagram dan X (Twitter) dibanjiri pencarian akun pribadi yang diduga milik Lylia. Fenomena ini memicu gelombang tuduhan sepihak serta aksi penghakiman massal terhadap sosok yang belum tentu terlibat.
Bantahan Tegas: Murni Fitnah dan Pencatutan Nama
Menanggapi spekulasi liar yang kian menyudutkan reputasinya, Lylia akhirnya memberikan klarifikasi terbuka melalui akun TikTok resminya, @lyliasistemhitam, pada Minggu (23/8/2026)
Dalam unggahan tersebut, ia secara tegas membantah keterlibatannya dan menyatakan bahwa dirinya merupakan korban fitnah serta pencatutan identitas oleh oknum tidak bertanggung jawab demi mendongkrak jumlah pengikut (followers).
"Jelas banget kan itu cuma orang cari followers, kenapa kalian pada percaya. Aku udah capek jelasin satu-satu, itu bukan aku," tegas Lylia dalam unggahan klarifikasinya.
Perbedaan Mendasar dengan Kasus Jember
Di tengah ramainya pembahasan, warganet sempat membandingkan kasus Lylia dengan insiden yang pernah menimpa Bu Salsa, seorang tenaga pendidik di Jember. Kendati demikian, terdapat perbedaan mendasar di antara kedua peristiwa tersebut.
Jika dalam kasus Jember pihak bersangkutan mengakui keberadaannya dalam rekaman, pada kasus ini Lylia membantah secara mutlak dan tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan video yang beredar.

