
RADARPATI.JAWAPOS.COM - Nama Lylia, seorang perempuan yang dinarasikan warganet sebagai kasir minimarket Indomaret, mendadak menjadi sasaran perburuan liar (cyber hunting) di jagat maya setelah namanya terseret dalam pusaran isu peredaran video viral.
Derasnya rasa penasaran pengguna internet memicu pencarian massal terhadap akun Instagram hingga X (Twitter) yang diduga milik Lylia, hingga menimbulkan gelombang tuduhan sepihak di ruang digital.
Menanggapi spekulasi yang kian menyudutkan reputasinya, Lylia akhirnya menyampaikan klarifikasi tegas melalui akun TikTok resminya, @lyliasistemhitam, pada Minggu (23/8/2026). Dalam pernyataan tertulisnya, ia membantah secara mutlak keterlibatan dirinya dalam rekaman tersebut dan meluapkan kecewanya terhadap oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja mencatut namanya demi mendongkrak popularitas serta jumlah pengikut (followers).
Ia menyayangkan sikap sebagian warganet yang dinilainya begitu mudah memercayai klaim sepihak tanpa bukti otentik. Lylia mengaku merasa sangat lelah karena harus terus-menerus merespons tudingan dari ribuan orang asing yang menghakiminya tanpa dasar.
"Jelas banget kan itu cuma orang cari followers, kenapa kalian pada percaya. Aku udah capek jelasin satu-satu, itu bukan aku," tegas Lylia dalam unggahan klarifikasinya.
Perbedaan Kasus dengan Insiden di Jember
Dinamika pembahasan di media sosial sempat membandingkan kasus Lylia dengan peristiwa yang pernah dialami Bu Salsa, seorang tenaga pendidik di Jember. Kendati demikian, secara faktual terdapat perbedaan yang sangat mendasar di antara kedua kasus tersebut.
Pada insiden di Jember, pihak terkait secara terbuka mengakui keberadaan dirinya dalam rekaman pribadi yang beredar. Sebaliknya, pada kasus ini Lylia memberikan bantahan penuh dan menegaskan bahwa dirinya murni merupakan korban penyebaran fitnah serta pencatutan identitas.
Pemetaan Fakta Kasus Lylia
Pihak Terseret: Lylia (dinarasikan secara sepihak oleh warganet sebagai kasir Indomaret).



