
RADARPATI.JAWAPOS.COM - Masyarakat dapat memastikan pencairan bantuan sosial (bansos) Rp600.000 melalui situs resmi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos) dan pemeriksaan saldo rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Nominal tersebut salah satunya berasal dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ditetapkan sebesar Rp200.000 per bulan. Jika disalurkan untuk tiga bulan sekaligus, penerima bisa memperoleh total Rp600.000.
Namun, status terdaftar sebagai penerima tidak selalu berarti dana telah masuk ke rekening. Karena itu, masyarakat perlu memeriksa data kepesertaan sekaligus memastikan saldo KKS.
Cara Cek Status dan Saldo Bansos Rp600.000
Pengecekan dapat dilakukan melalui langkah berikut:
Buka situs resmi Cek Bansos Kemensos.
Masukkan NIK sesuai KTP.
Isi kode captcha yang ditampilkan.
Ikuti petunjuk untuk mencari data penerima.
Periksa hasil pencarian untuk mengetahui status kepesertaan.
Jika terdaftar, cek saldo rekening KKS melalui layanan bank penyalur untuk memastikan dana sudah diterima.
Penyaluran BPNT dilakukan melalui bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN. Untuk wilayah tertentu di Aceh, penyaluran dilakukan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI).
BPNT Tahap III 2026 untuk Periode Juli–September
BPNT merupakan bantuan pemerintah bagi keluarga yang memenuhi kriteria untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan pokok. Bantuan diberikan sebesar Rp200.000 per bulan, sehingga totalnya mencapai Rp600.000 apabila disalurkan sekaligus selama tiga bulan.
BPNT tahap III 2026 mencakup periode Juli hingga September. Meski demikian, waktu pencairan dapat berbeda antarpenerima, bergantung pada proses penyaluran dan hasil pemutakhiran data.
Masyarakat disarankan memantau informasi melalui kanal resmi Kemensos serta mengecek saldo rekening secara berkala.
Penerima BPNT Diprioritaskan dari Desil 1–4
Penetapan penerima BPNT mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dalam sistem ini, desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Kelompok desil 1 hingga desil 4 menjadi prioritas karena mencakup 40 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah. Namun, berada dalam kelompok tersebut tidak otomatis menjamin seseorang menerima bantuan karena penetapan tetap mengikuti kriteria program dan hasil verifikasi.



