BLORA, RadarPati.id - Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Blora periode 2024-2027 dilantik.
Dengan ketua terpilih Dr. Dewi Ratna Sari, mereka pun siap berkontribusi membantu persoalan kesehatan di Kabupaten Blora, terutama Stunting dan Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).
Ketua IDI Cabang Blora dr Dewi Ratna Sari menyebut pelantikan kali ini ada 50 orang dilantik, yang terdiri dari penasehat, pengurus harian dan anggota bidang-bidang.
Menurutnya dengan mengemban amanah tersebut tantangan ke depan cukup berat, namun pihaknya optimis semua pengurus siap dan akan berkontribusi maksimal.
Baca Juga: Tragedi Kapal Pengangkut Minyak Tenggelam di Rembang, Ini Kronologinya
Beberapa tantangan itu di antaranya lantaran kini pemerintah membuka ruang bagi organisasi profesi dokter lain.
"Harapan kami IDI tetap jadi rumah bagi para dokter, tempat berbagi pengalaman, pelayanan, ilmu pengetahuan, dan bidang sosial yang lainnya yang berkaitan dengan kesehatan," paparnya.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti sejumlah persoalan kesehatan di Kabupaten Blora yang jadi perhatian, seperti Stunting hingga HIV/AIDS.
"Permasalahan kesehatan di Blora yang kami sorot pertama soal stunting, ini berkaitan program pemerintah. Kami akan turut berkontribusi untuk itu," tambahnya.
Baca Juga: Skor Imbang di Laga Babak Playoff : Persipa Pati Gagal Menang Usai Ditahan Rans Nusantara FC 1 - 1
Kemudian penyakit HIV/AIDS yang kini mulai memprihatinkan di Blora karena jumlahnya terus meningkat.
"Kami dari IDI, mengajak rekan sejawat untuk bisa mengedukasi masyarakat agar HIV/AIDS bisa lebih diwaspada. Misal kita buat seminar, sosialisasi, penyuluhan," tambahnya.
Terlebih dalam beberapa kasus ia menyebut, HIV/AIDS merambah ke kalangan ibu dan anak. Yang tertular lantaran sang ayah melakukan perilaku sex yang menyimpang.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora di Kabupaten Blora dalam kurun waktu Januari-November 2024 saja ada sebanyak 185 orang terpapar HIV/AIDS. (tos/amr)