Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konflik Blokade Jalan Kalangan Blora Berakhir Seperti Ini

Abdul Rochim
Penulis: Abdul Rochim❯

 

EKO SANTOSO/RADAR KUDUS  CARI SOLUSI: Kondisi jalan yang diblokade jalan, RT 2 RW 3, Desa Kalangan, Tunjungan. Konflik ini dimediasi pemdes hing polisi.
EKO SANTOSO/RADAR KUDUS CARI SOLUSI: Kondisi jalan yang diblokade jalan, RT 2 RW 3, Desa Kalangan, Tunjungan. Konflik ini dimediasi pemdes hing polisi.

BLORA – Permasalahan blokade jalan di Desa Kalangan Kecamatan Tunjungan mencair.


Advertisement

Hal itu setelah pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Polsek dan Koramil jadi mediator.

Pihak-pihak yang ditengarai berkonflik dipertemukan. Mereka dimediasi di kantor Balai Desa Kalangan pada Kamis (08/01) siang.

Mediasi berlangsung alot. Dari pukul 11.00 sampai pukul 13.00.

Advertisement

Kedua belah pihak yang berkonflik salih kukuh atas sikap mereka. Diketahui blokade jalan terjadi di depan rumah Totok dan Nunuk.

Diketahui Totok bersama istrinya Retno adalah pendatang. Sementara Nunuk dan istrinya Watri warga setempat.

Seiring kedatangan Totok dan istrinya itu beberapa tahun lalu, jalan yang semula sempit perlahan diperlebar.

Advertisement

Dengan memakan tanah warga lainnya. Sesuai kesepakatan bersama.

Namun perlahan hubungan harmonis kedua keluarga yang rumahnya saling berhadapan itu merenggang.

Hingga terjadilah aksi blokade jalan dengan batu kumbung yang dilakukan keluarga Nunuk dan Watri.

Kepala Desa (Kades) Kalangan, Moh. Sholeh menyebut atas polemik itu pihaknya mencari solusi. Pertama dengan mengukur batas-batas tanah.

"Hasilnya dari sertifikat memang (blokade) masih masuk tanah pribadi. Dulunya dipakai akses warga. Ada permasalahan atau apa saya tidak tahu," paparnya.

Blokade yang dilakukan dengan batu kumbung itu sepanjang 20 meter. Dengan tinggi dua batu kumbung. Sekitar 30-40 centimeter.

"Dari kesepakatan, yang bersangkutan siap mengurangi. Dari ketinggian dua sap, dikurangi jadi satu sap," paparnya.

Setelah dikurangi ketinggian blokade itu, nantinya akan diurug. Dengan harapan warga lain tetap bisa melintas dengan nyaman.

Sebab di lingkungan tersebut ada lima rumah warga lainnya. Warga lain itu turut terdampak atas adanya konflik kedua keluarga.

"Sehingga tidak kelihatan pondasi di tengah. Biar bisa dilewati," tuturnya.

Menurutnya kesepakatan itu kemudian ditandatangani kedua belah pihak secara tertulis. (tos/him)

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Jembatan Sumber di Blora Tak Kunjung Diperbaiki, Pengguna Jalan Khawatir Putus saat Musim Hujan

Jembatan Sumber di Blora Tak Kunjung Diperbaiki, Pengguna Jalan Khawatir Putus saat Musim Hujan

Jembatan Sumber di Kradenan, Blora, rusak dan badan jalan ambles sejak setahun lalu. Warga khawatir akses terputus saat musim hujan dan meminta penanganan segera dari pemerintah.

ASN Blora Desil 3, Sedangkan Buruh Tani Malah Masuk Desil 7, Ini Dampaknya

ASN Blora Desil 3, Sedangkan Buruh Tani Malah Masuk Desil 7, Ini Dampaknya

Di tengah pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang masih dinamis, muncul sejumlah kasus yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat di lapangan.

Dapat Kucuran Dana Rp 1 Miliar, Blora Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

Dapat Kucuran Dana Rp 1 Miliar, Blora Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

Pemkab Blora mendapat CSR Rp1 miliar dari Bank Jateng untuk mengembangkan peternakan ayam kampung. Program menyasar keluarga kurang mampu dan memperkuat pasokan pasar lokal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer