Tempur English Club Diluncurkan, Warga Disiapkan Sambut Wisatawan Mancanegara

Abdul Rochim • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 11:16 WIB
AWAL KEMAJUAN: Tempur English Club (TEC) secara resmi telah di-launching pada Jumat (2/10) untuk menunjang pariwisata. (KECAMATAN KELING UNTUK RADAR KUDUS)
AWAL KEMAJUAN: Tempur English Club (TEC) secara resmi telah di-launching pada Jumat (2/10) untuk menunjang pariwisata. (KECAMATAN KELING UNTUK RADAR KUDUS)

RADARPATI.JAWAPOS.COM, JEPARA – Desa Tempur di Kecamatan Keling mulai menyiapkan masyarakatnya menghadapi meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara.

Salah satunya melalui peluncuran Tempur English Club (TEC), Jumat (2/10).

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris warga.

Baca Juga: Siswa MAN 2 Jepara Bikin Wadah Makanan dari Kulit Jagung, Tembus Final FIKSI Nasional

Lebih jauh, TEC diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan ekosistem pariwisata Desa Tempur agar masyarakat lokal mampu mengambil peluang ekonomi dari kedatangan wisatawan asing.

Kehadiran wisatawan mancanegara dinilai membuka banyak kesempatan bagi warga.

Petani kopi, misalnya, dapat memperkenalkan produk dan proses budidayanya secara langsung kepada wisatawan.

Pelaku usaha wisata juga bisa menjelaskan kuliner, aktivitas, hingga berbagai destinasi yang tersedia di Desa Tempur.

Sementara bagi kalangan pemuda, kemampuan berbahasa Inggris dapat menjadi bekal untuk menjadi pemandu wisata maupun membantu wisatawan menjelajahi berbagai potensi desa di lereng Gunung Muria tersebut.

TEC terbuka bagi masyarakat umum, termasuk pelaku usaha wisata, petani kopi, pemuda, serta warga lainnya.

Tidak ada persyaratan khusus untuk mengikuti kegiatan tersebut. Modal utamanya adalah kemauan untuk belajar dan konsisten mengikuti proses pembelajaran.

Program ini digagas Pemerintah Kecamatan Keling bersama Pemerintah Desa Tempur, Karang Taruna Argo Mulyo, serta sejumlah pelaku wisata yang tergabung dalam Pokdarwis, Basecamp 29 dan Tempur River Tubing.

Inisiatif tersebut muncul setelah kunjungan wisatawan asing ke Desa Tempur mulai meningkat.

Kondisi itu sekaligus memperlihatkan adanya kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi masyarakat, khususnya mereka yang berinteraksi langsung dengan wisatawan.

Dalam proses pembelajarannya, TEC akan mendapat dukungan dari para relawan.

Salah satunya Daniel Stiff, warga negara Amerika Serikat yang telah menikah dengan warga Desa Tempur dan kini tinggal di desa tersebut.

Peluncuran TEC dilakukan bersamaan dengan kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Jepara melalui Program Dharma Wanita Cerdas Literasi, Jumat (2/10).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DWP Kabupaten Jepara Erna Ary Bachtiar, Camat Keling Lulut Andi Ariyanto, Ketua DWP Unsur Pelaksana Kecamatan Keling Ririn Lulut Andi Ariyanto, serta anggota DWP.

Erna berharap TEC dapat meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam menggunakan bahasa Inggris.

Dengan demikian, potensi wisata Desa Tempur diharapkan semakin mudah diperkenalkan kepada wisatawan dari berbagai negara.

Camat Keling Lulut Andi Ariyanto mengatakan, TEC merupakan langkah awal untuk membangun lingkungan belajar yang mendukung profesionalitas pelaku pariwisata.

Pengembangan program juga akan dilakukan dengan memperkuat bahan literasi berbahasa Inggris di Taman Baca Masyarakat Rumah Singgah Tempur.

Dengan pola tersebut, pembelajaran bahasa Inggris diharapkan tidak hanya berlangsung ketika pertemuan TEC.

Warga juga dapat terus belajar melalui bahan bacaan dan mempraktikkannya dalam aktivitas sehari-hari.

“TEC sebagai ruang belajar, Rumah Singgah sebagai sumber literasi, dan masyarakat sebagai penggerak ekosistem wisata budaya,” kata Lulut. (*)

Editor : Abdul Rochim
Tempur English Club wisata Tempur Jepara wisatawan mancanegara Jepara wisata Keling kopi Tempur