KUDUS — Kudus tidak hanya dikenal sebagai kota dengan wisata religi dan sejarah.
Sejumlah destinasi wisata alam juga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin melepas penat sambil menikmati suasana pegunungan.
Beberapa tempat wisata di kawasan Kudus menawarkan panorama alam, udara sejuk, hingga berbagai fasilitas untuk bersantai bersama keluarga maupun teman.
Baca Juga: Siswa SMK RUS Kudus Bikin Film Animasi Sa’i & Uti, Angkat Kuliner hingga Wisata
Berikut tiga destinasi yang dapat menjadi pilihan.
1. Pijar Park
Pijar Park atau Wana Wisata Pinus Kajar berada di Desa Kajar, Kecamatan Dawe.
Destinasi ini menawarkan suasana hutan pinus yang sejuk dengan konsep wisata healing dan edutainment.
Pengunjung dapat menikmati berbagai spot foto yang menarik, kafe di tengah hutan, serta area untuk berkemah.
Pijar Park juga memiliki sejumlah wahana, seperti jembatan kayu dan area interaksi dengan hewan.
Harga tiket masuk ke kawasan wisata ini sekitar Rp10.000 per orang.
2. Joglo Dopang
Joglo Dopang atau Joglo Pang berada di kawasan lereng Gunung Muria.
Tempat ini dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin bersantai sambil menikmati suasana dataran tinggi.
Salah satu fasilitas yang menjadi daya tariknya adalah kolam renang dengan air yang bersumber langsung dari pegunungan Muria.
Air tersebut dikenal jernih dan digunakan tanpa tambahan kaporit.
Selain berenang, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan alam dari kawasan dataran tinggi sambil bersantai di area restoran.
3. Selam Semliro
Selam Semliro atau Seribu Batu Semliro berada di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog.
Destinasi ini menyuguhkan panorama pegunungan hijau dengan udara yang relatif sejuk.
Kawasan wisata tersebut juga dilengkapi sejumlah warung dan kafe yang berada di sekitar area dengan latar pemandangan alam.
Suasana tersebut membuat Selam Semliro dapat menjadi pilihan untuk bersantai sekaligus menikmati panorama kawasan Rahtawu.
Ketiga destinasi tersebut menawarkan pengalaman wisata yang berbeda, mulai dari suasana hutan pinus, kawasan lereng Gunung Muria, hingga panorama pegunungan Rahtawu. (*)
Editor : Abdul Rochim