Nasional Pati Jateng Kudus Jepara Grobogan Rembang Blora Sepakbola Olahraga Feature Khazanah Life Style Entertainment Wisata Kuliner Muria Raya Tekno

Wisata Alam Air Terjun Widuri di Grobogan Kini Dilengkapi Wahana Canyoneering Jadi Magnet Baru

Sirojul Munir • Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:42 WIB
DESTINASI: Air Terjun Widuri di Desa Kemadohbatu, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan.
DESTINASI: Air Terjun Widuri di Desa Kemadohbatu, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan.

GROBOGAN – Air Terjun Widuri di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tlogomanik, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pojok, Kabupaten Grobogan, kini menawarkan sensasi wisata petualangan melalui wahana canyoneering. 

Aktivitas menuruni air terjun menggunakan teknik khusus tersebut menjadi daya tarik baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, terutama saat akhir pekan.

Wahana canyoneering merupakan hasil kolaborasi antara Komunitas Canyoneering Grobogan dan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi.

Baca Juga: Griya Keramik di Balong Blora Jadi Wisata Edukasi Bagi Pelajar

Selain menghadirkan pengalaman memacu adrenalin, kegiatan ini juga mengedepankan edukasi pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Pada kegiatan yang digelar setiap akhir pekan, peserta diajak menuruni tebing Air Terjun Widuri setinggi sekitar 15 meter menggunakan teknik rappelling dengan perlengkapan keselamatan lengkap.

Seluruh kegiatan dipandu instruktur bersertifikat sehingga keamanan peserta tetap menjadi prioritas.

Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, mengatakan pengembangan canyoneering menjadi contoh pengelolaan wisata hutan yang mengedepankan prinsip konservasi.

Canyoneering di Air Terjun Widuri merupakan contoh nyata bagaimana wisata hutan dapat dikembangkan berbasis konservasi.

"Kami berharap kolaborasi antara Perhutani, komunitas pecinta alam, dan masyarakat mampu membuka peluang ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian hutan," ujarnya.

Untuk mengikuti kegiatan tersebut, pengunjung dikenakan biaya Rp 250 ribu per orang.

Biaya itu sudah mencakup pendampingan instruktur, perlengkapan keselamatan, serta edukasi mengenai prinsip leave no trace atau tidak meninggalkan jejak demi menjaga kelestarian alam.

Ketua panitia kegiatan, Abdul Kharis, menjelaskan bahwa canyoneering bukan sekadar olahraga ekstrem, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

"Kami ingin mengajak peserta lebih peduli terhadap hutan. Kegiatan ini tidak merusak alam, justru mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan agar Air Terjun Widuri tetap lestari," katanya.

Keindahan Air Terjun Widuri yang dikelilingi hutan jati membuat kawasan ini juga cocok untuk berbagai aktivitas luar ruang lainnya seperti berkemah, hiking, hingga wisata keluarga.

Dukungan Perhutani dalam memperbaiki akses menuju lokasi turut mendorong meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.

Kepala BKPH Pojok, Bambang Riyantono, menegaskan Perhutani akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai komunitas untuk mengembangkan wisata alam berbasis edukasi dan ramah lingkungan.

"Air Terjun Widuri memiliki potensi yang luar biasa. Canyoneering menjadi salah satu inovasi untuk mengenalkan wisata hutan kepada generasi muda dengan cara yang positif sekaligus tetap menjaga kelestarian alam," ujarnya.

Sementara itu, Panitia Komunitas Canyoneering Grobogan, Rama, mengatakan kegiatan tersebut kini menjadi agenda rutin setiap akhir pekan.

Menurutnya, Grobogan memiliki potensi wisata petualangan yang mampu bersaing dengan daerah lain.

Pihaknya ingin memperkenalkan bahwa Grobogan juga memiliki destinasi wisata petualangan yang tidak kalah menarik.

"Selain menantang adrenalin, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian alam," katanya.

Antusiasme wisatawan pun terus meningkat. Salah seorang pengunjung asal Kudus, Rina Kartika, mengaku puas setelah mencoba canyoneering untuk pertama kalinya.

"Seru sekali. Medannya menantang, air terjunnya masih alami, suasananya tenang. Pengalaman ini membuat saya semakin mencintai alam," ungkapnya.

Dengan sinergi antara Perhutani dan komunitas lokal, Air Terjun Widuri diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata minat khusus unggulan di Grobogan yang aman, edukatif.

Sekaligus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. (mun)

Editor : Abdul Rochim
Perhutani Purwodadi canyoneering Grobogan wisata Grobogan wisata alam Grobogan Air Terjun Widuri