REMBANG – Kabupaten Rembang tak hanya memiliki wisata pantai.
Di kawasan perbukitan Desa Sanetan, Kecamatan Sluke, terdapat destinasi alam yang mulai mencuri perhatian wisatawan, yakni Stone Garden Lembah Manah.
Objek wisata berbasis geologi ini menawarkan panorama alam yang asri dengan hamparan rumput hijau serta gugusan batu-batu besar yang berdiri kokoh di tengah kawasan hutan.
Lanskap unik tersebut membuat banyak pengunjung merasa seperti berada di negeri dongeng.
Suasana sejuk dari rindangnya pepohonan hutan menjadi daya tarik tersendiri.
Dalam beberapa tahun terakhir, Stone Garden Lembah Manah juga mulai viral di media sosial.
Banyak wisatawan dari berbagai daerah datang untuk berburu foto estetik, menikmati suasana alam, hingga menggelar kegiatan outbound dan berkemah.
Lokasi wisata ini dapat diakses dari arah Pasar Sluke menuju Desa Manggar, kemudian ke Desa Sanetan hingga kawasan Jati Rondo.
Pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat karena akses jalan menuju lokasi telah diperbaiki.
Ketua Pokdarwis Pangeran Alas, Solikin, menjelaskan bahwa Stone Garden Lembah Manah mengusung konsep wisata alam yang memanfaatkan potensi batuan alami di kawasan hutan lindung.
Destinasi tersebut telah berkembang selama kurang lebih empat tahun berkat inisiatif para relawan pecinta alam.
“Awalnya digagas teman-teman relawan pecinta alam. Bahkan dulu banyak warga sekitar yang belum mengetahui potensi keindahan tempat ini,” ujarnya.
Selain batu-batu raksasa yang menjadi ikon utama, kawasan tersebut juga ditumbuhi pohon sono dan berbagai tanaman hias, termasuk anggrek yang ditanam oleh para relawan.
Pengembangan destinasi dilakukan secara swadaya, termasuk pembukaan akses jalan melalui lahan warga agar kendaraan roda empat dapat menjangkau lokasi wisata.
Menurut Solikin, Lembah Manah terbentuk secara alami dan keberadaannya turut diketahui dari aktivitas warga yang menggembalakan ternak di kawasan tersebut.
Seiring waktu, tempat ini berkembang menjadi lokasi berbagai kegiatan positif.
Salah satu kegiatan berskala besar yang pernah digelar di sana adalah Jambore Karang Taruna Kabupaten Rembang pada 2022 dan 2026.
Kawasan ini juga sering digunakan untuk kegiatan camping dan pengembangan karakter generasi muda.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Rembang, Dumadiyono, menilai Stone Garden Lembah Manah memiliki keunikan yang berbeda dibandingkan destinasi wisata lain karena terbentuk secara alami.
“Pemandangannya khas, alami, dan berbeda dari wisata buatan yang banyak ditemui di tempat lain,” katanya.
Menurutnya, kegiatan Jambore Karang Taruna turut mendorong peningkatan fasilitas di kawasan wisata tersebut.
Kini akses kendaraan sudah lebih mudah, tersedia area parkir, MCK, jaringan listrik, hingga warung UMKM yang dikelola masyarakat setempat.
Dengan waktu tempuh sekitar 15 menit dari pusat Kecamatan Sluke, wisatawan cukup membayar biaya parkir untuk menikmati panorama alam yang eksotis.
Pada akhir pekan, kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi pencinta wisata alam di Rembang. (noe)