Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Puncak Mundri Blora: Spot Sunrise & Sunset Terbaik, Surganya Pendaki di Gerbang Utara Jawa Tengah

Alfian Dani • Minggu, 14 September 2025 | 14:05 WIB
BERPOSE : Para pengunjung bukit mundri Blora mengabadikan momen mendaki di puncak paling tinggi.(PESONA MUNDRI UNTUK RADAR PATI)
BERPOSE : Para pengunjung bukit mundri Blora mengabadikan momen mendaki di puncak paling tinggi.(PESONA MUNDRI UNTUK RADAR PATI)

BLORA – Di balik hamparan hutan jati Blora, ada sebuah surga tersembunyi yang makin digandrungi pecinta alam, khususnya kalangan muda.

Namanya Puncak Mundri atau Puncak Baret, yang berada di Desa Waru, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Dengan ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut (mdpl), Puncak Mundri menawarkan sensasi mendaki yang memacu adrenalin sekaligus pemandangan alam yang tiada duanya.

Dari sini, para pendaki bisa menikmati matahari terbit dan tenggelam terbaik di Blora, dengan panorama hutan jati membentang bagai permadani hijau.

Gerbang Utara Kota Blora

Gunung Mundri sering disebut sebagai pintu gerbang utara Kabupaten Blora, karena dari puncaknya terlihat dua kota sekaligus: Rembang di sisi utara dan Blora di sisi selatan.

Puncak ini juga kerap dipakai sebagai lokasi pelatihan Pasukan TNI AD Blora (Alugoro 410), sehingga dikenal masyarakat dengan sebutan Puncak Baret.

Bagi pendaki, sensasi berdiri di puncaknya terasa seperti berada di atas dua dunia.

Angin gunung yang sejuk, hamparan hutan jati, hingga langit senja yang berwarna jingga keemasan membuat siapa pun betah berlama-lama.

Jalur Pendakian Menantang

Ada dua jalur utama untuk menuju Puncak Mundri. Pertama, jalur Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, dan kedua jalur Desa Waru, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Pendaki akan disuguhi berbagai lintasan yang menantang: mulai dari sabana luas, jalur berbatu cadas, hingga tanjakan terjal.

Namun, semua itu terbayar lunas dengan panorama eksotis yang menanti di puncak.

Pesan dari Pendaki: Jaga Alam, Jangan Tinggalkan Sampah

Muhammad Misbah, salah seorang pendaki asal Blora, menuturkan bahwa mendaki Puncak Mundri bukan hanya tentang menaklukkan ketinggian, melainkan juga tentang menyatu dengan alam.

BERPOSE : Para pengunjung bukit mundri Blora mengabadikan momen mendaki di puncak paling tinggi.(PESONA MUNDRI UNTUK RADAR PATI)
BERPOSE : Para pengunjung bukit mundri Blora mengabadikan momen mendaki di puncak paling tinggi.(PESONA MUNDRI UNTUK RADAR PATI)

“Pendaki yang baik itu tidak meninggalkan sampah. Gunung ini indah kalau kita jaga bersama,” ujarnya.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat setempat, Mbah Jabul, memberikan tips khusus bagi para pendaki.

Pertama, gunakan kacamata untuk melindungi mata dari debu di jalur pendakian. Kedua, siapkan lotion anti nyamuk bila ingin bermalam di puncak.

“Jangan lupa abadikan momen matahari terbit dan tenggelam. Itu jadi incaran para pendaki, karena view-nya luar biasa indah,” pesannya.

Destinasi Hits Anak Muda Blora

Popularitas Puncak Mundri terus meningkat, terutama di kalangan anak muda pecinta fotografi dan konten kreator.

Foto sunrise dan sunset dari puncak ini kerap menghiasi lini masa media sosial, menjadikannya salah satu destinasi wisata alam paling hits di Blora.

Pemerintah desa setempat juga berharap kehadiran wisatawan bisa mendongkrak perekonomian warga, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kelestarian hutan jati dan kawasan pegunungan.(ade)

Editor : Alfian Dani
#jawa tengah #wisata blora #pendakian