WISATA, RADARPATI.ID – Gua Pancur merupakan obyek wisata andalan di Kabupaten Pati Jawa Tengah.
Tempat wisata ini berada di Kawasan Pegunungan Kendeng, tepatnya berada di Desa Jimbaran Kecamatan Kayen.
Lokasinya cukup mudah dijangkau, dengan akses jalan mulus dari Jalan Pati – Purwodadi sampai ke Lokasi.
Gua Pancur merupakan obyek wisata favorit dan paling populer di Kabupaten Pati, selain agrowisata jollong.
Namun banyak fakta unik tentang Gua Pancur yang jarang diketahui pengunjung.
Berikut Radar Pati mengulas daftar fakta unik tentang Gua Pancur yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Memiliki aliran air yang jernih yang tidak pernah kering sepanjang tahun
Sepanjang Lorong Gua Pancur dialiri dengan air yang jernih, bersumber dari pegunungan Kendeng.
Bahkan airnya yang mengalir tidak pernah kering sepanjang tahun meskipun di musim kemarau. Kedalaman airnya bervariasi hingga 1 meter lebih.
2. Adanya stalaktit dan stalakmit
Sebagaimana lazimnya goa ini terbentuk alami dibalik perut pegunungan kapur (gunung kendeng), didalamnya terdapat bebatuan stalakmit dan stalaktit yang masih hidup dengan tetesan airnya.
Hal ini menjadi satu atraksi tersendiri yang membuat pengunjung akan takjub saat menyusuri gua ini.
3. Panjang Lorongnya Hampir 1 Kilometer
Gua Pancur merupakan sebuah gua dikawasan batuan kapur ( karst ) yang mempunyai lorong mencapai 827 meter.
Goa Pancur terbagi menjadi 3 bagian, yakni zona terang yang masih mendapat suplai cahaya secara utuh mulai dari mulut goa sampai 100 m ke dalam gua.
Selanjutnya zona peralihan yang berada di 100 m sampai air terjun yang pertama.
Zona peralihan itu merupakan zona yang mendapatkan cahaya, akan tetapi hanya remang-remang.
Kemudian zona gelap total yang tidak mendapatkan cahaya sama sekali.
4. Ada Istana Kelelawar
Pengunjung yang datang ke gua pancur dapat menikmati petualangan menyusuri gua.
Dengan pemandu professional serta kelengkapan peralatan seperti helm, pelampung dan lampu.
Di dalam gua, wisatawan akan menikmati keindahan stalaktit dan stalakmit, air hangat yang dipercaya warga setempat dapat menyembuhkan berbagai penyakit, istana kelelawar, dan berbagai bebatuan yang indah. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab