Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Intip Koleksi Museum Kajen Pati, Wisata Edukatif Warisan Syeh Ahmad Mutamakkin 

Achmad Ulil Albab • Jumat, 26 Juli 2024 | 16:45 WIB
EDUKATIF: Zuli Rizal memandu pengunjung yang melihat koleksi Museum Kajen belum lama ini. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)
EDUKATIF: Zuli Rizal memandu pengunjung yang melihat koleksi Museum Kajen belum lama ini. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

 

PATI, RADARPATI.ID - Pilihan wisata edukatif di Kabupaten Pati semakin beragam. 

Pengunjung yang datang ke Pati Jawa Tengah dapat berwisata ke museum.

Untuk bisa memperkaya wawasan dan pengetahuan tentang sejarah dan budaya.

Tentu saja dalam hal ini sejarah dan budaya Islam yang tumbuh dan berkembang pesat pada masa lalu. 

Wisatawan yang datang ke Pati dapat berkunjung ke museum.

Salah satunya adalah museum yang menyimpan koleksi peninggalan dari Syeh Ahmad Mutamakkin Kajen.

Museum ini berada di komplek Masjid Jami' Kajen Kecamatan Margoyoso Pati.

Jarak tempuh museum ini dari pusat kota Pati sekitar 25 menitan saja. 

Selain peninggalan dalam bentuk benda-benda, di museum ini juga menampilkan koleksi karya-karya manuskrip tentang pemikiran ulama besar yang masih keturunan Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) ini.

Syeh Mutamakkin ini merupakan cikal bakal kentalnya Islam serta pendidikan pesantren di Kajen Pati. 

Selain itu juga dipamerkan foto Kajen tempo dulu, miniatur dan mustaka masjid, terompet kuno adzan, tatakan lampu, dan gandhog.

 Selain itu juga dilengkapi dengan infografis sejarah Syekh Ahmad Mutamakkin.

 Barang-barang yang ada merupakan peninggalan mulai tahun 1700-an Masehi.

Ketua Museum Kajen Zuli Rizal mengungkapkan, museum ini dibangun sebagai lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat. 

Museum ini diresmikan bersamaan dengan Haul Mbah Mutamakkin pada 6 Agustus 2022.

 "Museum ini masih sangat sederhana. Kami berharap melalui museum ini dapat memperkenalkan sejarah Mbah Mutamakkin kepada masyarakat khususnya kepada pelajar sebagai alternatif belajar di luar ruang kelas mengenai sejarah lokal yang kaya," jelas pria yang juga aktif di Islamic Center Kajen ini.

Museum ini dibuka setiap hari. Pengunjung bisa menghubungi pengurus sebelum berkunjung. 

Kehadiran museum ini menambah kelengkapan wisata sejarah di Kajen. 

Sebelumnya telah ada paket wisata Jelajah Pusaka yang memberikan pengalaman pengunjung untuk melihat benda-benda bersejarah di Kajen seperti mimbar di Masjid Jami' Kajen. 

"Yang penting konfirmasi dulu ke pengurus. Biasanya weekend Jumat, Sabtu, Minggu banyak yang datang. Asal datangnya jangan pas waktu salat. Sudah diwanti-wanti sama para masyayikh di Kajen," paparnya. (aua)

Ferdinand Sinaga.
Ferdinand Sinaga.
Patrich Wanggai.
Patrich Wanggai.
 Siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger selalu ada acara meminta maaf dan memohon restu kepada orang tuanya.
Siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger selalu ada acara meminta maaf dan memohon restu kepada orang tuanya.
Editor : Achmad Ulil Albab
#intip soal #kajen #warisan #margoyoso pati #Museum kajen #koleksi #santri #Syeh Ahmad Mutamakin #pengunjung #pesantren #museum #masjid jami #Wisata jawa tengah #sejarah #budaya #wisata edukasi