KUDUS, RADARPATI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah sedang berupaya mengembangkan edu wisata.
Hal itu tujukan untuk menarik banyak minat pengunjung datang ke Kota Kretek.
Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kudus Arief Zuli Tanjung mengatakan, wisata religi saat ini masih mendominasi keramaian pengunjung.
Sehingga nantinya, sektor desa dirancang untuk mendirikan edu wisata atau wisata dengan muatan pendidikan.
Ia mencontohkan, seperti yang saat ini diterapkan Wisata Kampung Kuto dengan konsep pelatihan menanam padi dan Desa Wisata Japan dengan pengenalan potensi buah pamelo dan kopi muria.
”Kami dorong penerapan edu wisata itu di kawasan pedesaan. Melalui desa wisata,” katanya kemarin.
Menurutnya, edu wisata kedepannya menjadi destinasi yang banyak dicari pengunjung.
Terutama dari kalangan keluarga, anak-anak, dan pelajar. Apalagi saat ini, setiap sekolah memiliki program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Edu wisata menjadi alternatif pada wisatawan untuk memilih lokasi yang ingin dikunjungi di Kabupaten Kudus.
”Karena banyak potensi di Kudus jadi kami manfaatkan sebaik mungkin untuk menarik pertumbuhan ekonomi masyarakat,” terangnya.
Tidak hanya itu, edu wisata dinilai tidak akan cepat basi dan tergerus zaman.
Sebab, muatan yang diberikan pada pengunjung menjadi daya tarik dan pengalaman baru yang tidak mudah terlupakan.
”Ini lah yang menjadi bagian segmentasi yang ingin kami kembangkan,” imbuhnya.
Program tersebut saat ini sedang digencarkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus.
Pemerintah daerah dapat mendorong pemanfaatan potensi desa. Mulai dari sektor pertanian, geografis, sampaikan history atau sejarah.
”Seperti di kawasan Menara itu desa wisata mulai menyajikan historical track, dengan mengajak wisatawan menjelajahi sejarah tempo dulu dan ini sangat menarik,” pungkasnya. (wat/him)