Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pemkab Blora Bikin Paket Wisata Keliling Bangunan tua

Arif Fakhrian Khalim • Senin, 22 Juli 2024 | 14:20 WIB
INOVASI: Para wisatawan sedang melihat keindahan bangunan peninggalan masa kolonial Belanda di Kecamatan Cepu. (ANDRE UNTUK RADARPATI.ID)
INOVASI: Para wisatawan sedang melihat keindahan bangunan peninggalan masa kolonial Belanda di Kecamatan Cepu. (ANDRE UNTUK RADARPATI.ID)

 

BLORA, RADARPATI.ID - Bangunan lawas peninggalan Belanda di kawasan Cepu jadi destinasi wisata baru yang belakangan menarik wisatawan luar daerah.

Baru-baru ini, ada yang jauh-jauh dari Surabaya, Sidoarjo, dan Malang turut serta menyusuri setiap jengkal kota yang masih berdiri bangunan-bangunan lawas.

Bangunan tua itu meliputi, Gereja Willibrordus, Bangunan Pegadaian lawas, Gedung Sasono Suko (Sos), SDN 1 Cepu yang dahulu sebagai bangunan sekolah Hollandsch Inlandsche School.

Tuk Buntung dan Taman Seribu Lampu serta rumah-rumah dengan arsitektur Eropa yang ada di kawasan cepu tersebut.

Mereka tampak asyik menyusuri bangunan-bangunan itu, dipandu oleh salah satu pemerhati budaya Cepu.

Selain jalan-jalan, mereka juga dijelaskan tata kota cepu zaman belanda, mulai dari tahun ke tahun hingga perubahan-perubahan yang telah terjadi.

“Sebenarnya ada banyak peminat Walking Tour di Cepu, tapi kami batasi 30 orang,” ungkap inisiator Walking Tour Cepu Andre.

Para kawula muda itu memperhatikan bangunan demi bangunan, pada setiap lokasi yang dituju.

Pemandu tour menunjukan gambar bangunan lama, sehingga peserta mengetahui perubahan bangunan dari ratusan tahun lalu.

Banyak bangunan yang masih utuh, dan ada yang sudah mengalami perbaikan.

Baca Juga: Kapolresta Pati Andhika Terima Penghargaan dari Kapolda Luthfi, Ini Prestasinya

“Kami buat skema jalan-jalan sambil belajar tentang sejarah, terutama bangunan di Cepu ini,” ungkapnya.

Selama ini, bangunan-bangunan lawas itu hanya sebagai bangunan. Tak ada peminat untuk mengetahui sejarah bangunan itu didirikan dan digunakan apa saat zaman belanda.

Terlebih, Cepu adalah kota yang cukup sentral pada zaman belanda, kilang minyak yang dikelola saat itu menjadi embrio kota cepu berkembang pesat.

Andre mengatakan, selain warga lokal Cepu, Blora dan Bojonegoro ada yang dari Surabaya, Malang, dan Sidoarjo. Menurutnya, mereka tertarik dengan banyaknya bangunan zaman belanda di Cepu.

“Secara transportasi juga mudah, mereka turun langsung di stasiun cepu, terus berkumpul di Tuk Buntung,” ujarnya.

Saat pemandu menceritakan bangunan demi bangunan yang dituju, peserta seperti diajak menyelami suasana zaman belanda.

Tidak hanya di luar mereka juga diajak masuk, merasakan bagaimana atmosfer bangunan yang menjadi saksi bisu perkembangan kota cepu pada masa indonesia masih menjadi Hindia Belanda. (ari/ali/ade)

Editor : Alfian Dani
#bangunan tua #paket wisata #bikin #Pemkab Blora #Pemkab Blora dan Pemprov Jateng