PATI, RADARPATI.ID – Pantai Kertomulyo terletak di Desa Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati.
Pantai ini berjarak kurang lebih 19 kilometer dari pusat kota Pati. Pantai Kertomulyo merupakan pantai dipesisir Utara Kabupaten Pati.
Pantai ini dikelola oleh masyarakat desa setempat. Saat menuju ke lokasi, pengunjung akan disuguhkan pemandangan tambak-tambak milik masyarakat.
Selain menyuguhkan pemandangan laut, pantai ini juga sebagai kawasan konservasi mangrove. Hutan mangrove ini memiliki luas sekitar 12 hektare.
Tak sekedar santai menikmati suasana pantai, pengunjung bisa mengabadikan momen di beberapa spot foto yang telah disediakan.
Hal menarik di wisata ini adalah deretan tanaman mangrove yang tumbuh di pesisir pantai. Pengunjung dijamin nyaman di lokasi ini.
Ada beberapa fasilitas yang tersedia seperti spot foto yang menarik, deretan warung makanan, kamar mandi, tempat parkir.
Tiket parkir kendaraan cukup terjangkau, mulai dari Rp 5 ribu untuk motor dan Rp 10 ribu untuk mobil. Seperti tempat wisata pada umumnya, pantai ini ramai jika di hari libur.
“Hari biasa masih ada pengunjung, tapi tidak seramai saat hari libur dan akhir pekan. Pengunjung kebanyakan dari sekitar Kecamatan Trangkil, ada juga dari Kecamatan Juwana. Mayoritas warga Kabupaten Pati,” ungkap salah seorang pengelola pantai, Ali saat diwawancarai Jumat (9/2).
Pantai Kertomulyo ini menjadi daya tarik wisata lokal Kabupaten Pati. Meskipun tempatnya terpencil, tetapi pengunjung tidak akan kecewa.
Pengunjung akan takjub dengan keindahan Pantai Kertomulyo.
Di pantai ini juga sering diadakannya kegitan tanam mangrove, bakti sosial, dan event tertentu biasanya diadakan Karang Taruna Desa Kertomulyo dan Kelompok Sadar Wisata Tresno Segoro Pantai Kertomulyo. Masyarakat Pati menyebutnya hidden gem Desa Kertomulyo karena letaknya di ujung dan pemandangan yang indah.
“Sudah lama tidak kesini, dulu belum ada fasilitas yang seperti ini. Namun kini banyak berubah makin bagus pantainya, banyak juga event yang sering diadakan disini,” terang salah seorang pengunjung pantai," Ardi.
Editor : Achmad Ulil Albab