PATI, RADARPATI.ID - Sendang Jibing merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Desa Prawoto Kecamatan Sulolilo Kabupaten Pati.
Sendang Jibing menjadi ikon yang cukup terkenal di Desa Prawoto.
Desa Prawoto adalah suatu desa yang berada di pegunungan Kendeng, di desa ini banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, misalnya Sendang Jibing, Sendang Widodaren, Gua Mbelang, Puncak Pesapen.
Dan juga ada wisata religi seperti makam salah satu Sultan Demak yaitu Sunan Prawoto, Makam Tabek Prawoto, Makam Mbah Khalifah, dan masih banyak lagi.
Salah satu destinasi yang terkenal yaitu Sendang Jibing.
Sedang yang merupakan buatan dari penjajah Belanda tersebut biasanya ramai dikunjungi pada hari Minggu.
Mayoritas pengunjungnya berasal dari luar desa.
Selain hari Minggu sendang juga ramai oleh warga sekitar.
Di pinggir sendang terdapat warung makan dan minuman.
Makanan yang menjadi ciri khas sendang Jibing yaitu tela-tela.
Tela-tela merupakan makanan yang berasal dari singkong kemudian di rajang kecil-kecil lalu digoreng sampai kering dan ditaburi bumbu.
"Saya menyediakan berbagai makanan, mulai dari mie instan, gorengan, nasi kuning, minuman, dll.
Saya sudah berjualan di sini pada saat Sendang ini pertama kali diperbaiki hingga sekarang, ungkap Diah salah seorang pedagang ketika diwawancarai, Senin (5/2).
Suasana di Sendang Jibing sangat sejuk dan segar.
Ditambah lagi dengan pohon-pohon besar yang ada disekeliling Sendang membuat udaranya sejuk.
Selain itu Sendang tersebut juga memiliki sumber air yang sangat jernih. Sumber air tersebut biasanya diambil oleh orang-orang untuk minum karena memang airnya yang jernih dan segar.
"Anak saya hampir setiap sore mengajak untuk mandi di sini karena suasananya yang sejuk dan banyak sekali orang yang berjualan sehingga anak saya betah berlama-lama di Sendang ini,” terang Slamet salah seorang pengunjung.
Aliran air Sendang Jibing mengalir terus sampai ke kali-kali yang ada disepanjang jalan desa Prawoto.
Kali-kali yang dialiri air dari Sendang Jibing tersebut diberi nama kali Jeratun. Kali tersebut dibuat pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. (Cindy Antika/aua)
Editor : Achmad Ulil Albab