RADARPATI.JAWAPOS.COM – Motor matik berkapasitas mesin kecil masih menjadi pilihan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Selain praktis dikendarai, konsumsi bahan bakar dan bobot kendaraan turut menjadi pertimbangan sebelum membeli motor.
Salah satu model yang menawarkan karakter tersebut adalah TVS Dazz.
Baca Juga: TVS Jupiter CNG, Skuter Gas Alam Seharga Rp19 Jutaan dengan Jarak Tempuh 226 Km
Skutik buatan pabrikan asal India ini mengusung mesin 109,6 cc dengan konstruksi sederhana dan bobot sekitar 93 kilogram.
Angka bobot tersebut menjadi salah satu daya tarik TVS Dazz.
Dengan bodi yang relatif ringan, motor ini dirancang untuk mendukung mobilitas perkotaan, terutama ketika pengendara harus melewati jalan padat atau bermanuver di ruang terbatas.
Mesin 109,6 Cc dengan Karakter Sederhana
TVS Dazz dibekali mesin satu silinder, empat langkah, SOHC, serta sistem pendingin udara.
Konfigurasi tersebut menawarkan mekanisme mesin yang relatif sederhana untuk penggunaan harian.
Berdasarkan spesifikasi yang tersedia, mesin berkapasitas 109,6 cc itu mampu menghasilkan tenaga maksimum 5,81 kW pada 7.500 rpm.
Sementara torsi puncaknya mencapai 8,3 Nm pada 6.500 rpm.
Karakter mesin tersebut lebih diarahkan untuk kebutuhan perjalanan sehari-hari daripada mengejar performa tinggi.
Kapasitas mesin yang kecil juga menjadi modal untuk mendukung efisiensi bahan bakar, meski konsumsi riil tetap bergantung pada kondisi jalan, perawatan, dan gaya berkendara.
Alternatif di Kelas Motor Matik Kecil
Di tengah persaingan skutik 110–125 cc, TVS Dazz menawarkan pendekatan yang berbeda melalui kombinasi mesin kecil, bobot ringan, dan konsep kendaraan praktis.
Model ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi konsumen yang mencari motor untuk beraktivitas di dalam kota.
Namun, sebelum membeli, calon pengguna tetap perlu membandingkan harga terkini, ketersediaan unit, layanan purnajual, serta suku cadang di wilayah masing-masing.
TVS Dazz memang tidak sepopuler sejumlah skutik Jepang di Indonesia.
Karena itu, informasi mengenai dukungan dealer dan kemudahan memperoleh komponen perlu menjadi bagian dari pertimbangan selain spesifikasi mesin. (*)
Editor : Abdul Rochim