Lotus Siapkan Supercar V8 Hybrid 1.000 PS, Meluncur 2028

Abdul Rochim • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 10:59 WIB
Ilustrasi tampilan Lotus Emira V6. (ANTARA/Lotus London)
Ilustrasi tampilan Lotus Emira V6. (ANTARA/Lotus London)

RADARPATI.JAWAPOS.COM – Lotus dikabarkan mengubah arah pengembangan supercar terbarunya.

Model yang sebelumnya direncanakan hadir sebagai mobil listrik kini disebut bakal menggunakan mesin V8 yang dipadukan dengan sistem hybrid.

Supercar tersebut masih dikenal dengan kode pengembangan Type 135.

Baca Juga: Suzuki GSX250R-F Meluncur, Bawa Mesin VVL 29 PS dan ABS Dua Kanal

Berdasarkan laporan Carscoops, model ini ditargetkan meluncur pada 2028 dan diproyeksikan menjadi salah satu produk performa tertinggi Lotus.

Perubahan paling besar terdapat pada sistem penggeraknya.

Type 135 kabarnya akan mengusung konfigurasi V8 hybrid dengan output yang disebut dapat mencapai sekitar 1.000 PS.

Jika terealisasi, tenaga tersebut akan menempatkan supercar Lotus terbaru di kelas performa yang sangat tinggi.

Namun, hingga kini Lotus belum memperlihatkan desain final maupun spesifikasi lengkap mobil tersebut.

Terinspirasi Theory 1

Bahasa desain Type 135 juga masih menjadi misteri. Lotus sebelumnya memperkenalkan konsep Theory 1 pada 2024 yang diperkirakan menjadi salah satu referensi untuk arah desain mobil performa generasi berikutnya.

Sejumlah render independen yang dibahas Carscoops turut memberikan gambaran mengenai kemungkinan bentuk Type 135.

Salah satunya menggambarkan mobil dengan basis desain Lotus Emira yang dibuat jauh lebih agresif.

Namun, perlu dicatat bahwa gambar tersebut bukan desain resmi dari Lotus.

Emira Tetap Dipertahankan

Perubahan strategi Type 135 juga berjalan beriringan dengan keputusan Lotus mempertahankan Emira.

Mobil sport bermesin pembakaran internal tersebut masih memiliki tempat dalam jajaran produk Lotus karena permintaan terhadap mobil sport konvensional belum sepenuhnya hilang.

Lotus bahkan disebut tengah mempersiapkan pembaruan untuk Emira generasi berikutnya.

Model tersebut dikabarkan bakal menggunakan mesin 3,0 liter twin-turbo yang dikembangkan Horse Powertrain. Perusahaan tersebut merupakan hasil kerja sama yang melibatkan Geely dan Renault.

Mesin itu diklaim mampu menghasilkan tenaga hingga 536 hp, sebelum memperoleh tambahan tenaga dari sistem hybrid.

Listrik Tidak Ditinggalkan

Meski kembali memberi ruang bagi mesin pembakaran dan hybrid, Lotus tidak sepenuhnya meninggalkan elektrifikasi.

Model listrik seperti Eletre, Emeya, dan Evija masih berada dalam portofolio perusahaan.

Lotus sebelumnya menyatakan kendaraan listrik telah membantu memperluas basis konsumennya dan menjadi bagian penting dari bisnis.

Dengan arah terbaru tersebut, Lotus tampaknya memilih strategi multi-powertrain.

Mobil listrik tetap dikembangkan, sementara mesin pembakaran dan teknologi hybrid kembali digunakan untuk memenuhi kebutuhan segmen performa tinggi.

Jika laporan mengenai Type 135 terbukti, Lotus tidak sekadar mempertahankan identitas sebagai produsen mobil sport, tetapi juga mencoba menggabungkan karakter performa khasnya dengan teknologi elektrifikasi. (*)

Editor : Abdul Rochim
Lotus Type 135 Lotus V8 hybrid supercar Lotus Lotus 1.000 PS Lotus terbaru