RADAR PATI – Benda Rock 707 hadir membawa pendekatan berbeda di segmen motor cruiser.
Pabrikan asal China tersebut membekali motor 692 cc ini dengan sejumlah teknologi yang jarang ditemukan pada cruiser sekelasnya.
Dua fitur yang paling mencuri perhatian adalah sistem Benda Electronic Clutch (BEC) MK-III dan suspensi udara adaptif di bagian belakang.
Melalui teknologi BEC MK-III, pengendara dapat melakukan perpindahan gigi tanpa harus selalu menggunakan tuas kopling.
Sistem tersebut memadukan mekanisme elektronik dan mekanis dengan dukungan dua motor.
Meski proses kerja kopling bisa dilakukan secara otomatis, pengendara tetap memiliki opsi untuk menggunakan kontrol manual.
Mesin V2 692 cc Bertenaga 73 PS
Di balik tampilannya sebagai cruiser, Benda Rock 707 mengandalkan mesin V2 delapan katup berkapasitas 692 cc.
Mesin tersebut memiliki bore 80 mm dan stroke 68,8 mm dengan rasio kompresi 11,5:1.
Output maksimalnya mencapai 54 kW atau sekitar 73 PS pada 9.000 rpm, sedangkan torsi puncak berada di angka 68 Nm pada 6.500 rpm.
Mesin tersebut dipasangkan dengan transmisi enam percepatan.
Sistem slipper clutch turut digunakan untuk membantu mengurangi risiko roda belakang kehilangan traksi ketika terjadi deselerasi agresif.
Sementara penyaluran tenaga menuju roda belakang menggunakan belt drive yang memiliki karakter lebih senyap dan membutuhkan perawatan relatif sederhana.
Tinggi Jok Bisa Disesuaikan
Fitur menarik lainnya terdapat pada bagian suspensi belakang.
Benda Rock 707 menggunakan suspensi udara adaptif ganda yang dapat menyesuaikan ketinggian motor berdasarkan kondisi dan beban pengendara.
Ketinggian jok dapat berada pada rentang 690 mm hingga 720 mm.
Artinya, posisi motor bisa dibuat lebih rendah hingga 30 mm. Fitur tersebut dapat membantu pengendara ketika harus berhenti, menapak di jalan dengan kemiringan tertentu, maupun saat melakukan manuver pada kecepatan rendah.
Bagi motor cruiser dengan bobot mencapai 235 kg, kemampuan menyesuaikan ketinggian tersebut menjadi salah satu fitur yang cukup menarik.
Kaki-Kaki Dibuat Kekar
Benda Rock 707 menggunakan rangka pipa baja model cradle yang dipadukan dengan lengan ayun aluminium.
Di bagian depan terdapat suspensi upside-down, sementara sistem pengereman mengandalkan cakram 320 mm dengan kaliper empat piston. Roda belakang menggunakan cakram 260 mm.
Sistem ABS dan kontrol traksi TCS tersedia sebagai perlengkapan standar.
Ukuran ban yang digunakan juga cukup besar, yakni 150/80-16 di depan dan 180/65-16 di belakang.
Secara dimensi, Rock 707 memiliki panjang 2.285 mm, lebar 850 mm, tinggi 1.100 mm serta jarak sumbu roda 1.550 mm.
Dibekali Tangki 16 Liter
Untuk menunjang perjalanan lebih jauh, Benda memasang tangki bahan bakar berkapasitas 16 liter.
Area kokpit menggunakan layar TFT berukuran 3,6 inci dengan tingkat kecerahan 800 nit dan sudut pandang 120 derajat. Tersedia pula port USB dan Type-C serta fitur cruise control.
Konfigurasi jok belakang juga fleksibel. Jok penumpang dapat diubah menjadi rak bagasi secara opsional menggunakan dudukan aluminium berlapis krom.
Benda menyediakan empat pilihan warna, yakni Knight Black, Sandy Gray, Windy White dan Armor Green.
Ketersediaannya dapat berbeda di masing-masing jaringan dealer Eropa.
Benda Rock 707 telah memenuhi standar emisi Euro 5+ dengan emisi CO2 tercatat 125 gram per kilometer.
Motor ini dijadwalkan tampil dalam ajang EICMA Milan pada 3 November 2026, di Hall 18 Stand A54.
Kehadiran Rock 707 menunjukkan Benda tidak hanya mengandalkan mesin V2 dan desain cruiser.
Teknologi kopling elektronik serta kemampuan mengatur tinggi jok menjadi bagian penting dari pendekatan baru yang dibawa motor tersebut. (*)
Editor : Abdul Rochim