Radar Pati – Nama Nissan Pixo yang pernah dikenal sebagai mobil mungil bermesin bensin di Inggris dikabarkan bakal kembali ke pasar.
Kali ini, Pixo hadir dengan wajah baru sebagai mobil listrik perkotaan.
Nissan disebut tidak membangun Pixo listrik sepenuhnya dari awal.
Produsen asal Jepang tersebut memanfaatkan sumber daya dalam aliansinya dengan Renault untuk mengembangkan model tersebut.
Baca Juga: Nissan Grand Livina Masih Menarik, Unggul di Desain Elegan dan Kenyamanan Kabin
Pixo generasi terbaru diproyeksikan menjadi kembaran teknis Renault Twingo E-Tech dan akan diproduksi di fasilitas Renault di Novo Mesto, Slovenia.
Dari prototipe yang tertangkap kamera, desain Pixo baru terlihat mempertahankan karakter mungil dan bodi tegak.
Namun, identitas Nissan dibuat lebih kuat melalui desain bagian depan, termasuk lampu daytime running light berbentuk bulat.
Desain tersebut disebut terinspirasi dari sejumlah mobil Nissan era akhir 1980-an, seperti Figaro, Be-1, dan Pao.
Ketiga model tersebut dikenal memiliki pendekatan desain retro yang khas.
Dimensi Kompak untuk Mobilitas Kota
Nissan Pixo listrik dibangun menggunakan platform AmpR Small milik Renault. Dimensinya diperkirakan tidak jauh berbeda dari Renault Twingo.
Mobil ini memiliki panjang sekitar 3.789 mm, lebar 1.720 mm, tinggi 1.491 mm, serta jarak sumbu roda 2.493 mm.
Ukuran tersebut membuat Pixo diposisikan sebagai kendaraan yang menyasar kebutuhan mobilitas perkotaan.
Bodi kompak diharapkan memudahkan pengendara bermanuver maupun mencari ruang parkir di kawasan padat.
Untuk penggerak, Pixo baru menggunakan satu motor listrik yang ditempatkan di bagian depan.
Motor tersebut menghasilkan tenaga maksimum 60 kW atau sekitar 82 PS dengan torsi mencapai 175 Nm.
Sumber energinya berasal dari baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 27,5 kWh.
Sekali Cas Bisa 262 Km
Dengan baterai tersebut, Nissan dan Renault mengklaim Pixo mampu menempuh jarak hingga 262 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Kemampuan pengisian daya juga menjadi bagian penting dari mobil listrik mungil ini. Pixo mendukung pengisian cepat DC hingga 50 kW.
Dalam kondisi ideal, pengisian baterai dari 10 persen hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Sementara menggunakan pengisi daya AC 6,6 kW, pengisian baterai dari kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar empat jam 15 menit.
Waktu tersebut dapat dipangkas apabila menggunakan pengisi daya AC 11 kW.
Dengan perangkat tersebut, pengisian penuh diperkirakan membutuhkan sekitar dua jam 35 menit.
Harga Diproyeksikan di Bawah Rp400 Juta
Daya tarik lain dari Nissan Pixo listrik berada pada banderolnya. Nissan diperkirakan memasarkan model tersebut dengan harga di bawah 20.000 euro.
Jika dikonversikan secara kasar, nominal tersebut berada di kisaran Rp 400 jutaan.
Harga tersebut merupakan perkiraan sebelum pajak dan potongan atau insentif kendaraan listrik yang berlaku di masing-masing wilayah Eropa.
Kehadiran Pixo listrik juga memperlihatkan upaya Nissan untuk masuk lebih dalam ke segmen mobil listrik berukuran kecil dengan harga yang lebih terjangkau.
Pasar kendaraan listrik Eropa sendiri semakin kompetitif, termasuk dengan hadirnya berbagai model dari produsen asal China.
Dengan memanfaatkan platform dan teknologi dari aliansi Renault-Nissan, Pixo dapat dikembangkan tanpa harus memulai seluruh proses dari nol.
Jika nantinya resmi meluncur, Nissan Pixo akan membawa kembali nama lama dengan pendekatan yang berbeda: mobil mungil bergaya retro, tetapi menggunakan tenaga listrik dan dirancang khusus untuk kebutuhan mobilitas perkotaan. (*)
Editor : Abdul Rochim