RADARPATI.JAWAPOS.COM - Ketika ban kendaraan habis lebih cepat dari perkiraan usia pakainya, banyak pengendara langsung menyalahkan kualitas atau merek ban tersebut.
Padahal, pola keausan ban pada dasarnya berfungsi sebagai "buku catatan" yang merekam kebiasaan mengemudi sehari-hari.
Baca Juga: Awas! Ini 5 Kebiasaan Buruk Bikin Velg Mobil Rusak
Pola keausan yang tidak merata bahkan menjadi indikator penting:
Bagian tengah ban lebih cepat botak: Menandakan tekanan angin terlalu tinggi.
Kedua sisi luar ban lebih cepat aus: Menandakan tekanan angin kurang (under-inflation).
Botak sebelah (tidak rata): Menandakan adanya masalah pada spooring atau balancing kaki-kaki kendaraan.
Di luar masalah tekanan angin dan kaki-kaki, kebiasaan sepele saat berkendara ternyata menjadi biang kerok utama yang membuat ban cepat botak:
1. Sering Mengerem Mendadak
Gaya berkendara agresif yang kerap melakukan pengereman keras secara mendadak menciptakan gesekan ekstrem antara tapak ban dan permukaan aspal dalam waktu singkat. Gesekan tinggi inilah yang mengikis karet ban jauh lebih cepat dibandingkan teknik pengereman yang halus dan bertahap.
Baca Juga: Jangan Abaikan! 4 Suara Mesin Mobil Tanda Masalah Besar
2. Menikung dengan Kecepatan Tinggi
Banyak pengendara tidak menyadari bahwa melibas tikungan dengan kecepatan tinggi—terutama pada rute harian yang sama secara berulang—membuat ban bagian luar menanggung beban lateral yang jauh lebih besar dari kondisi normal, sehingga memicu keausan asimetris.
3. Membawa Muatan Berlebih Secara Rutin
Mengabaikan batas kapasitas muatan kendaraan memberikan tekanan ekstra yang konstan pada struktur ban. Meski efeknya tidak langsung terlihat seketika, beban berlebih yang dilakukan secara berulang akan mengakumulasi panas dan mempercepat keausan tapak ban dalam jangka panjang.
Tips Perawatan: Lakukan pemeriksaan visual pada telapak ban setiap beberapa minggu sekali, bukan hanya saat jadwal servis rutin. Memahami pola keausan sejak dini dapat membantu Anda mengoreksi kebiasaan berkendara sekaligus memperpanjang usia pakai ban. (*)
Editor : Zakarias Fariury