RADARPATI.JAWAPOS.COM - Velg mobil yang mengalami lecet, benturan, hingga retak sering kali bukan disebabkan oleh kecelakaan besar, melainkan akibat akumulasi kebiasaan kecil saat berkendara dan melakukan perawatan.
Kerusakan pada velg tak hanya mengganggu estetika kendaraan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kenyamanan, keseimbangan (balancing), serta keselamatan berkendara.
Baca Juga: Jangan Abaikan! 4 Suara Mesin Mobil Tanda Masalah Besar
Berikut adalah lima kebiasaan buruk yang dapat mempercepat kerusakan velg mobil beserta langkah pencegahannya:
1. Terbentur atau Tergesek Trotoar Saat Parkir (Curb Rash)
Benturan atau gesekan dengan pembatas jalan/trotoar saat parkir memicu timbulnya goresan mendalam (curb rash). Jika terjadi secara berulang, lapisan pelindung (clear coat) pada velg akan terkikis, membuat logam dasar terekspos dan tampak kusam.
Solusi & Pencegahan: Dekati trotoar secara perlahan, posisikan kaca spion ke arah bawah (tilt down) saat parkir paralel, serta manfaatkan sensor atau kamera parkir untuk mengukur jarak aman.
2. Menggunakan Alat Pembersih yang Kasar
Proses pencucian velg yang salah, seperti menggunakan sikat berbulu keras, sabut baja, atau bahan abrasif lainnya, dapat meninggalkan goresan-goresan halus (swirl marks). Hal serupa juga berisiko terjadi saat bongkar-pasang ban menggunakan alat ganti ban yang kurang presisi.
Solusi & Pencegahan: Gunakan sampo khusus mobil atau cairan pembersih berbahan lembut (pH neutral), serta gunakan kain mikrofiber atau sikat khusus velg berbulu halus (soft bristle).
3. Membiarkan Air dan Kotoran Memicu Korosi
Goresan atau lapisan cat velg yang terkelupas dan dibiarkan terekspos air serta kotoran jalanan dapat memicu oksidasi dan korosi. Risiko ini meningkat pada kendaraan yang sering melintasi genangan air, area banjir, atau kawasan pesisir pantai dengan kadar garam tinggi.
Baca Juga: Jangan Abaikan! 4 Suara Mesin Mobil Tanda Masalah Besar
Solusi & Pencegahan: Bersihkan area sela-sela mur roda dan valve stem (pentil ban) secara berkala, lalu aplikasikan lapisan pelindung khusus (sealant atau wax velg) untuk mencegah oksidasi.
4. Mengguling Lubang Jalanan dalam Kecepatan Tinggi
Benturan keras (impact) saat roda menghantam lubang jalan dengan kecepatan tinggi dapat mengakibatkan struktur velg penyok, bengkok, bahkan retak (crack). Kerusakan ini memicu getaran pada lingkar kemudi dan merusak kestabilan kendaraan.
Solusi & Pencegahan: Kurangi kecepatan saat melintasi jalan berlubang atau permukaan tidak rata. Pastikan tekanan angin ban selalu berada pada spesifikasi standar pabrikan agar mampu meredam benturan secara optimal.
5. Membiarkan Penumpukan Debu Rem (Brake Dust)
Debu pengereman yang dihasilkan dari gesekan kampas dan piringan cakram mengandung partikel logam dan zat kimia korosif. Jika membiarkan debu ini menempel dalam jangka waktu lama, kotoran akan mengeras dan merusak lapisan cat luar velg.
Solusi & Pencegahan: Bersihkan velg secara rutin menggunakan pembersih velg bebas asam (non-acidic wheel cleaner) sebelum debu rem menempel permanen dan memicu noda membandel. (*)
Editor : Zakarias Fariury