Toyota Land Cruiser FJ 2026 Boros BBM, Mesin 2.7 Liter Jadi Catatan

Abdul Rochim • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 09:37 WIB
Toyota Land Cruiser FJ. (Toyota)
Toyota Land Cruiser FJ. (Toyota)

JAKARTA – Toyota Land Cruiser FJ 2026 mulai menunjukkan karakter sebagai SUV off-road yang mengutamakan kemampuan melibas medan berat sekaligus kenyamanan berkendara.

Namun, penggunaan mesin bensin 2,7 liter menjadi salah satu catatan bagi calon konsumen.

Konsumsi bahan bakarnya tergolong cukup boros, terutama ketika digunakan di tengah kemacetan.

Baca Juga: 15 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia November 2025, BYD Atto 1 Masih Jadi Raja

Berdasarkan stiker konsumsi bahan bakar resmi, Toyota Land Cruiser FJ mencatat rata-rata 9,4 kilometer per liter.

Dalam pengujian, konsumsi yang diperoleh berada di kisaran 8,5 kilometer per liter.

Angka tersebut berpotensi turun ketika mobil digunakan dalam kondisi lalu lintas padat.

Pengguna di Thailand bahkan dilaporkan mendapatkan konsumsi sekitar 6–7 kilometer per liter.

Kondisi ini membuat kemungkinan hadirnya varian bermesin diesel menjadi salah satu hal yang dinantikan, terutama bagi konsumen yang menjadikan efisiensi bahan bakar sebagai pertimbangan utama.

Mesin 2.7 Liter Halus, tetapi Respons Tidak Terlalu Agresif

Toyota Land Cruiser FJ yang diuji menggunakan mesin 2TR-FE twin cam 16-valve naturally aspirated berkapasitas 2,7 liter.

Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 166 horsepower pada 5.200 rpm dan torsi 245 Nm pada 4.000 rpm.

Dengan bobot kendaraan sekitar dua ton, angka torsi tersebut dinilai membuat akselerasi FJ tidak terlalu agresif.

Respons kendaraan dapat dibuat lebih sigap dengan memilih mode Sport yang memengaruhi respons transmisi.

Di sisi lain, mesin bensin menawarkan karakter yang lebih halus.

Suara mesin tidak sekasar mesin diesel, sedangkan suara knalpot memberikan nuansa sporty ketika kendaraan berakselerasi.

Land Cruiser FJ juga menyediakan mode Eco untuk penggunaan normal dan mode Sport ketika membutuhkan respons yang lebih cepat.

Sasis Diperkuat untuk Medan Berat

Toyota menggunakan platform IMV yang sama dengan Hilux Champ, tetapi melakukan penguatan pada struktur ladder frame.

Penguatan dilakukan melalui tambahan pengelasan dan sejumlah komponen sehingga struktur kendaraan menjadi lebih rigid.

Sektor suspensi juga mendapatkan pengaturan khusus.

Bagian depan menggunakan double wishbone, sedangkan belakang mengandalkan four-link.

Pegas dan damper turut ditingkatkan, lengkap dengan stabilizer di depan dan belakang.

Karakter suspensinya terasa firm. Meski demikian, pengaturan tersebut tetap mampu meredam berbagai undulasi ketika kendaraan digunakan di medan off-road.

Karakter suspensi yang cenderung keras membuat mobil terasa lebih mantap dan tidak mudah limbung.

Namun, bobot setir juga terasa cukup berat, karakter yang lazim ditemukan pada SUV dengan orientasi off-road.

Wheelbase yang tidak terlalu panjang menjadi keuntungan ketika kendaraan digunakan di perkotaan.

Land Cruiser FJ tetap relatif mudah bermanuver, termasuk saat melakukan putar balik.

Kemampuan penggerak empat roda turut diuji di area berlumpur.

Dengan mengaktifkan mode four high, kendaraan dicoba melintasi medan tersebut menggunakan ban highway terrain.

Di sisi harga, Land Cruiser FJ disebut berada di angka 1,269 juta.

Posisi tersebut menempatkannya sebagai model entry-level untuk konsumen yang ingin masuk ke keluarga Land Cruiser.

Dengan kombinasi kemampuan off-road, suspensi yang kokoh, mesin yang halus, serta posisi harga yang lebih terjangkau, Land Cruiser FJ memiliki sejumlah daya tarik.

Namun, konsumsi BBM mesin bensin 2,7 liter menjadi salah satu pertimbangan, sementara kehadiran varian diesel masih menjadi hal yang dinantikan. (*)

 

Editor : Abdul Rochim
Toyota Land Cruiser FJ Toyota Land Cruiser FJ 2026 SUV off-road mesin 2.7 liter konsumsi BBM