SURABAYA, RADARPATI.JAWAPOS.COM – Leapmotor Indonesia memamerkan dua SUV listrik andalannya, yakni B10 dan C10, dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026.
Pameran tersebut berlangsung pada 26–30 Agustus 2026.
Kehadiran kedua model ini menjadi bagian dari upaya Leapmotor memperkenalkan kendaraan listrik berbasis teknologi pintar kepada konsumen Indonesia.
Brand Head Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor, mengatakan B10 dan C10 sama-sama mengusung konsep intelligent electric vehicle.
Baca Juga: 5 Mobil Listrik Murah di Bawah Rp 200 Juta, Ada yang Bisa Tempuh 300 Km
Keduanya memadukan teknologi terintegrasi dengan desain modern.
"Leapmotor dibangun dengan intelligent technology yang terintegrasi, mulai dari arsitektur EV, baterai Cell-to-Chassis, smart cockpit, hingga sistem keselamatan yang dikembangkan mandiri," ujar Samuel, Kamis (27/8).
Leapmotor B10
Leapmotor B10 merupakan SUV listrik kompak yang mengusung desain progresif dengan fokus pada kenyamanan dan karakter berkendara. Model ini membawa pendekatan European Driving Feel yang menitikberatkan pada pengendalian dan stabilitas.
B10 menggunakan konfigurasi staggered wheels untuk mendukung pengendalian yang presisi.
Teknologi Cell-to-Chassis juga diterapkan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan ruang kabin.
Pada bagian interior, B10 menawarkan konsep Persona Dashboard yang memungkinkan pengguna menyesuaikan ruang kabin sesuai kebutuhan.
SUV ini juga dilengkapi panoramic sunroof dan berbagai fitur bantuan pengemudi atau ADAS.
Leapmotor C10
Sementara itu, Leapmotor C10 hadir sebagai SUV listrik dengan dimensi lebih besar dan ruang kabin yang lebih lapang. Model ini menyasar konsumen keluarga dengan mengutamakan kenyamanan, sekaligus tetap menawarkan performa dan teknologi modern.
C10 menggunakan sistem penggerak roda belakang atau RWD. SUV tersebut dibekali baterai berkapasitas 69,9 kWh, tenaga maksimum 165 kW, dan torsi 360 Nm.
Dengan spesifikasi tersebut, Leapmotor C10 diklaim mampu menempuh jarak hingga 503 kilometer.
Untuk menunjang kenyamanan penumpang, C10 dibekali sejumlah fitur seperti panoramic sunroof, Electric Tailgate, NFC Card Ready, serta Heated and Ventilated Front Seats.
Dari sisi konstruksi, C10 menggunakan teknologi Cell-to-Chassis dengan tingkat kekakuan torsional mencapai 42.500 Nm/degree.
Penyetelan sasisnya turut melibatkan tim engineering Stellantis di Balocco, Italia.
Kehadiran B10 dan C10 menunjukkan dua karakter berbeda.
B10 mengandalkan dimensi kompak dan karakter berkendara dinamis, sedangkan C10 menawarkan kabin lebih luas dengan fokus pada kenyamanan keluarga.
Samuel menambahkan, pengembangan kendaraan Leapmotor bertumpu pada integrasi berbagai teknologi utama, mulai dari arsitektur kendaraan listrik, baterai, sistem penggerak listrik, smart cockpit, hingga ADAS.
Menurutnya, lebih dari 65 persen komponen utama kendaraan Leapmotor dikembangkan melalui riset dan manufaktur internal.
Hingga Juli 2026, Leapmotor juga telah mencatat pengiriman lebih dari 1,5 juta unit kendaraan secara global.
"Pendekatan ini memungkinkan kami menghadirkan kendaraan listrik yang tak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memberikan pengalaman berkendara yang intuitif, aman, dan nyaman di setiap perjalanan," pungkas Samuel. (*/him)
Editor : Abdul Rochim