JAKARTA, RADARPATI.JAWAPOS.COM – Perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus menunjukkan tren positif.
Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya kontribusi kendaraan elektrifikasi terhadap pasar otomotif nasional, termasuk pada produk Toyota dan Lexus.
Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM) Hiroyuki Oide mengatakan, pertumbuhan kendaraan elektrifikasi dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu pertimbangan Toyota dalam mengembangkan produk untuk pasar Indonesia.
Menurutnya, elektrifikasi tidak dapat hanya mengandalkan satu jenis teknologi.
Baca Juga: New Toyota Hilux Double Cabin V Makin Tangguh, Nyaman, dan Canggih
Setiap sistem perlu disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, serta pola mobilitas masyarakat Indonesia.
"Bagaimana teknologi benar-benar cocok digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Selama 55 tahun kami terus belajar dan mendapat masukan mengenai tren elektrifikasi," ujar Oide yang akrab disapa Heru.
Dia mengungkapkan, penetrasi kendaraan elektrifikasi di Indonesia mengalami peningkatan signifikan.
Jika sebelumnya kontribusinya berada di level 2,69 persen atau sekitar 20.694 unit, tahun ini angkanya telah mencapai 26,8 persen atau 117.074 unit.
Penjualan Elektrifikasi Toyota Naik 65 Persen
Pertumbuhan pasar tersebut turut berdampak positif terhadap penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus.
Sepanjang Januari-Juni 2026, penjualan kendaraan elektrifikasi kedua merek tersebut mencapai 28.166 unit.
Jumlah itu meningkat sekitar 65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontribusi kendaraan elektrifikasi juga semakin besar terhadap total penjualan Toyota.
Selama enam bulan pertama 2026, kendaraan elektrifikasi menyumbang sekitar 21 persen dari keseluruhan penjualan Toyota.
Capaian tersebut menunjukkan kendaraan elektrifikasi mulai memiliki peran penting dalam strategi penjualan Toyota di Indonesia.
Produk elektrifikasi tidak lagi sekadar menjadi pelengkap dalam portofolio perusahaan.
Toyota Kuasai Pasar Mobil Hybrid
Dari berbagai teknologi elektrifikasi yang tersedia, Hybrid Electric Vehicle (HEV) masih menjadi salah satu pilihan populer di Indonesia.
Toyota mempertahankan posisi sebagai pemimpin di segmen mobil hybrid dengan pangsa pasar mencapai 66,3 persen.
Strategi tersebut sejalan dengan pendekatan multi-pathway yang diterapkan Toyota dengan menghadirkan beragam teknologi elektrifikasi.
Pilihan tersebut mencakup kendaraan hybrid, plug-in hybrid hingga Battery Electric Vehicle (BEV).
Pendekatan multi-pathway dinilai relevan dengan kondisi Indonesia.
Kebutuhan konsumen yang beragam, ketersediaan infrastruktur pengisian daya, jarak tempuh, pola penggunaan kendaraan, serta kondisi geografis menjadi sejumlah pertimbangan dalam memilih teknologi elektrifikasi.
Portofolio Elektrifikasi Makin Lengkap
Toyota bersama Lexus saat ini memiliki 29 model kendaraan elektrifikasi dari berbagai segmen.
Portofolio tersebut kembali diperluas dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Sejumlah model baru yang diperkenalkan antara lain Toyota Hilux BEV, Land Cruiser HEV, dan bZ4X Touring.
Kehadiran model-model tersebut menunjukkan strategi elektrifikasi Toyota tidak hanya menyasar kendaraan penumpang untuk mobilitas perkotaan.
Teknologi elektrifikasi juga mulai diterapkan pada kendaraan dengan karakter penggunaan yang lebih beragam, termasuk kendaraan niaga dan SUV yang memiliki kemampuan jelajah lebih jauh.
bZ4X Touring Perluas Pilihan Mobil Listrik
Salah satu model yang menjadi perhatian di GIIAS 2026 adalah Toyota bZ4X Touring.
Model tersebut menjadi bagian dari langkah Toyota memperluas pilihan kendaraan listrik berbasis baterai di pasar Indonesia.
Berbeda dengan kendaraan listrik yang lebih banyak diarahkan untuk mobilitas perkotaan, bZ4X Touring membawa karakter yang lebih dekat dengan kebutuhan keluarga dan aktivitas luar ruang.
Kehadiran model tersebut sekaligus memperlihatkan upaya Toyota memperluas pasar BEV dengan menawarkan kendaraan listrik dengan karakter dan kebutuhan penggunaan yang berbeda.
Melalui strategi multi-pathway, konsumen tidak diarahkan hanya pada satu jenis teknologi.
Toyota memberikan sejumlah pilihan elektrifikasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan.
Penjualan Global Toyota Tembus 4,14 Juta Unit
Performa Toyota dalam menghadapi perubahan menuju era elektrifikasi juga terlihat dari skala bisnis global.
Berdasarkan data Januari-Mei 2026, Toyota Motor Corporation, termasuk Lexus tetapi tidak menghitung penjualan Daihatsu dan Hino, membukukan penjualan global sebanyak 4.140.444 unit.
Besarnya volume penjualan tersebut menjadi modal penting bagi Toyota untuk terus mengembangkan berbagai teknologi kendaraan, termasuk hybrid, plug-in hybrid, dan BEV.
Di Indonesia, strategi serupa diterapkan dengan mempertimbangkan karakter pasar lokal.
Toyota tidak serta-merta meninggalkan teknologi mesin konvensional, tetapi secara bertahap meningkatkan porsi kendaraan elektrifikasi melalui beragam pilihan teknologi.
Dengan hadirnya bZ4X Touring di GIIAS 2026, Toyota semakin mempertegas strategi tersebut.
Mobil listrik ini memberikan alternatif bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan tanpa emisi, tetapi tetap membutuhkan kendaraan yang mendukung mobilitas keluarga dan aktivitas luar ruang. (*/him)
Editor : Abdul Rochim