Jakarta – Pemerintah menilai target penyerapan insentif motor listrik hingga satu juta unit kemungkinan sulit tercapai pada tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya bahkan memperkirakan realisasi penjualan motor listrik yang memanfaatkan insentif pemerintah hanya sekitar 100 ribu unit hingga akhir 2026.
Purbaya mengatakan pemerintah memang menyiapkan insentif sebesar Rp 3 juta untuk setiap pembelian motor listrik produksi dalam negeri.
Dengan target maksimal satu juta unit, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 3 triliun.
Namun, target tersebut belum tentu seluruhnya terserap karena kemampuan produksi dan daya serap pasar masih menjadi tantangan.
"Itu masih kita lihat apakah daya serapnya cukup tahun ini untuk menyerap semua uang itu. Kayaknya sih enggak.
Kapasitas produksi motor nasional belum sampai satu juta. Ada yang cuma 20 ribu," kata Purbaya.
Ia memperkirakan jumlah motor listrik yang dapat terjual dengan memanfaatkan program insentif pemerintah hingga akhir tahun berada di kisaran 100 ribu unit.
"Saya pikir paling 100 ribu sampai akhir tahun," ujarnya.
Pemerintah sebelumnya telah menjalankan program bantuan pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua pada 2023 dan 2024.
Program tersebut melibatkan 22 industri dengan 70 tipe atau model kendaraan.
Pada 2023, penyaluran bantuan mencapai 11.532 unit.
Angka tersebut kemudian melonjak menjadi 62.541 unit pada 2024, atau meningkat sekitar 442%.
Secara kumulatif, sebanyak 74.073 unit motor listrik telah mendapatkan bantuan pembelian melalui program tersebut.
Meski demikian, penjualan motor listrik secara keseluruhan masih belum stabil.
Penjualan meningkat dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 62.409 unit pada 2023 dan mencapai 77.078 unit pada 2024. Pada 2025, penjualan turun menjadi 55.059 unit.
Saat ini pemerintah mencatat terdapat 69 perusahaan industri KBLBB roda dua dan roda tiga dengan kapasitas produksi sekitar 2,511 juta unit per tahun.
Purbaya menilai kapasitas produksi masing-masing produsen masih berbeda-beda.
Bahkan, sejumlah produsen hanya memiliki kemampuan produksi puluhan ribu unit per tahun.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah memperkirakan target penyerapan insentif satu juta unit tidak akan tercapai seluruhnya pada tahun ini.
Editor : Iwan Arfi