Chery J6T CSH Belum Dijual, Peluncuran dan Harga Resmi Tunggu Kuartal IV 2026

Abdul Rochim • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:16 WIB
Mobil listrik Chery J6T.
Mobil listrik Chery J6T.

RADARPATI.JAWAPOS.COM – Chery Group Indonesia memastikan Chery J6T Chery Super Hybrid (CSH) belum resmi dipasarkan meski telah menjalani debut publik di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Saat ini, Chery masih membuka tahap pre-booking untuk SUV tersebut.

Perusahaan juga tengah mempersiapkan proses produksi dan perakitan lokal sebelum peluncuran resmi.

Baca Juga: Chery Q, Mobil Listrik Hatchback dengan Kabin Fungsional dan Fitur Modern

President Director Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, mengatakan Chery J6T CSH dijadwalkan mulai dipasarkan pada kuartal IV 2026 atau sekitar Oktober hingga Desember.

"Mobil ini akan kami jual pada kuartal IV. Saat ini kami sedang mempersiapkan proses perakitan lokal," ujar Zeng Shuo di ICE BSD City, Tangerang.

Indonesia menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang akan memasarkan J6T CSH setelah model tersebut lebih dulu diperkenalkan di Thailand.

Zeng menjelaskan, J6T CSH merupakan model terbesar dalam keluarga J6.

Selain memiliki dimensi yang lebih besar, SUV ini juga mengusung sistem penggerak berbeda dibandingkan model J6 lainnya.

"Ini merupakan model terbesar di lini J6 dan menggunakan powertrain yang berbeda. Harga resminya akan kami umumkan saat peluncuran pada kuartal IV," katanya.

Peluncuran resmi nantinya sekaligus menjadi awal distribusi kendaraan kepada konsumen dan dimulainya produksi lokal J6T CSH di Indonesia.

"Kami akan melakukan peluncuran resmi pada kuartal IV, kemudian mulai memasok kendaraan ke konsumen dan memproduksinya secara lokal," tambahnya.

Mengusung Teknologi REEV

Chery J6T CSH memiliki teknologi yang berbeda dibandingkan Chery J6 dan J6T yang menggunakan sistem battery electric vehicle (BEV).

J6T CSH mengadopsi teknologi range extended electric vehicle (REEV). Pada sistem ini, roda tetap digerakkan oleh motor listrik.

Sementara itu, mesin bensin berfungsi sebagai pembangkit listrik untuk mengisi baterai sehingga mampu memperpanjang jarak tempuh kendaraan.

Vice Director Chery Business Unit Indonesia, Budi Darmawan Jantania, mengatakan kehadiran J6T CSH menjadi jawaban atas kebutuhan konsumen yang menginginkan karakter berkendara mobil listrik dengan fleksibilitas perjalanan jarak jauh.

Menurut Budi, pola penggunaan kendaraan elektrifikasi setiap konsumen berbeda.

Sebagian besar kendaraan digunakan untuk aktivitas harian di dalam kota, tetapi pada waktu tertentu tetap diperlukan untuk perjalanan antarkota.

"Setiap konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang lebih banyak menggunakan kendaraan di dalam kota, tetapi sesekali juga ingin bepergian ke luar kota," ujar Budi.

Dia menyebut pengembangan J6T CSH juga mempertimbangkan masukan konsumen yang menginginkan kendaraan listrik dengan daya jelajah lebih panjang tanpa menghilangkan karakter berkendara mobil listrik.

"Selama ini kami menerima banyak masukan agar kendaraan listrik memiliki jarak tempuh lebih jauh, tetapi karakter EV-nya tetap dominan. Pada J6T CSH, penggeraknya tetap motor listrik, sementara sistem hybrid hadir untuk memperpanjang jarak tempuh," jelasnya.

Melalui teknologi tersebut, Chery berharap J6T CSH dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi, tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.

Peluncuran resmi dan pengumuman harga Chery J6T CSH dijadwalkan pada kuartal IV 2026.

Sebelum resmi dijual, Chery masih membuka pre-booking sembari menyelesaikan persiapan produksi lokal di Indonesia. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
GIIAS 2026 Chery J6T CSH Chery Super Hybrid Chery J6T mobil hybrid Chery