Musim Kemarau Bikin Aspal Membara, Ini Jenis Ban Motor Matic yang Lebih Tahan Panas

Iwan Arfi • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:16 WIB
Ilustrasi Ban Motor
Ilustrasi Ban Motor

 

Jakarta - Musim kemarau dengan cuaca terik tidak hanya membuat pengendara motor harus lebih waspada terhadap kondisi tubuh. 

Komponen kendaraan, terutama ban, juga menghadapi beban lebih berat ketika harus terus bergesekan dengan permukaan aspal yang panas.

Pada siang hari, temperatur permukaan aspal dapat meningkat signifikan.

Kondisi tersebut membuat suhu ban ikut naik, terutama ketika motor digunakan untuk perjalanan jauh atau melaju dalam kecepatan tinggi.

Ban yang terus bekerja dalam kondisi panas dan tekanan angin yang tidak sesuai berpotensi mengalami keausan lebih cepat.

Dalam kondisi tertentu, temperatur berlebih juga dapat meningkatkan risiko kerusakan pada ban.

Mekanik bengkel, Wahyu Prasetyo, mengatakan pemilik motor matic sebaiknya tidak hanya melihat kondisi alur ban.

Komponen tersebut juga perlu diperiksa dari sisi tekanan angin dan kondisi permukaan karetnya.

"Kalau tekanan angin kurang, bidang ban yang bersentuhan dengan aspal semakin besar. Gesekan juga bertambah dan ban lebih cepat panas," ujarnya.

Lantas, ban seperti apa yang bisa menjadi pilihan untuk menghadapi kondisi jalan yang panas?

Pilih Ban dengan Kompon yang Sesuai

Penggunaan ban dengan karakter kompon yang terlalu lunak memang dapat memberikan daya cengkeram yang baik.

Namun, kompon lunak cenderung lebih cepat terkikis apabila digunakan terus-menerus di jalanan panas.

Untuk penggunaan harian, ban dengan karakter medium compound dapat menjadi salah satu pilihan.

Kompon jenis ini menawarkan keseimbangan antara daya cengkeram, kenyamanan dan ketahanan terhadap keausan.

Kandungan silika pada kompon ban juga menjadi salah satu teknologi yang banyak digunakan produsen.

Material tersebut membantu menjaga karakter karet agar tetap memiliki grip ketika digunakan dalam berbagai kondisi temperatur.

Beberapa Ban yang Bisa Dipertimbangkan

Sejumlah produk ban motor matic di pasaran menawarkan konstruksi dan kompon yang ditujukan untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

IRC Ecotrax dan NR91 Series menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan pada motor matic.

Karakter ban tersebut dirancang untuk penggunaan harian dengan mempertimbangkan kondisi jalan di kawasan tropis.

Ada pula Maxxis Victra S98 ST yang memiliki konstruksi cukup kokoh.

Ban ini dapat menjadi pilihan untuk pengguna motor matic berkapasitas mesin lebih besar yang kerap melakukan perjalanan jauh.

Sementara Corsa Platinum R99 dan Planeto menawarkan karakter dual compound.

Kompon yang berbeda pada bagian tengah dan sisi tapak dirancang untuk memberikan keseimbangan antara daya tahan dan grip ketika motor digunakan bermanuver.

Pilihan lainnya adalah Michelin City Grip 2 yang dikenal memiliki karakter kompon dengan kandungan silika.

Ban tersebut ditujukan untuk penggunaan skuter dan perjalanan perkotaan maupun jarak jauh.

Namun, pemilihan ban tetap harus disesuaikan dengan ukuran velg, spesifikasi motor, pola penggunaan dan rekomendasi pabrikan.

Jangan Asal Mengurangi Tekanan Angin

Selain jenis ban, tekanan angin menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

Ban dengan tekanan terlalu rendah membuat area kontak dengan aspal menjadi lebih luas.

Akibatnya, gesekan meningkat dan temperatur ban dapat lebih cepat naik.

Kondisi tersebut juga dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dan memengaruhi kestabilan motor.

Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi juga dapat mengurangi kenyamanan dan membuat area kontak ban dengan jalan menjadi lebih kecil.

Karena itu, pemilik motor sebaiknya mengikuti rekomendasi tekanan angin yang tercantum pada buku manual atau informasi yang diberikan pabrikan kendaraan.

Periksa Ban Sebelum Berkendara Jauh

Sebelum digunakan untuk perjalanan jauh pada musim kemarau, periksa kondisi tapak dan dinding ban.

Pastikan tidak terdapat retakan, benjolan, sobekan atau benda asing yang menancap.

Perhatikan pula indikator keausan pada alur ban. Jika permukaan ban sudah mendekati batas keausan, sebaiknya segera dilakukan penggantian.

Pengendara juga disarankan menghindari membawa beban melebihi kapasitas kendaraan.

Beban berlebih dapat membuat ban bekerja lebih keras dan meningkatkan temperatur saat motor melaju.

Dengan memilih ban yang sesuai, menjaga tekanan angin dan melakukan pemeriksaan secara rutin, risiko kerusakan ban akibat penggunaan di tengah cuaca panas dapat diminimalkan.

Editor : Iwan Arfi
Ban Motor Matic Tips Otomotif Musim Kemarau Ban Tahan Overheat Perawatan Motor Matic Ban Motor Murah Berkualitas