RADARPATI.JAWAPOS.COM – Persaingan mobil keluarga berkapasitas tujuh penumpang semakin menarik setelah teknologi hybrid mulai masuk ke segmen MPV.
Suzuki Ertiga Hybrid dan Toyota Veloz Hybrid menjadi dua model yang menawarkan pendekatan berbeda dalam mengejar efisiensi bahan bakar.
Keduanya sama-sama dirancang untuk kebutuhan keluarga, tetapi teknologi elektrifikasi, karakter berkendara, hingga kepraktisan yang ditawarkan tidak sepenuhnya sama.
Baca Juga: Toyota Veloz Hybrid vs BYD M6 DM-i, Duel MPV Elektrifikasi Harga Rp 300 Jutaan
Karena itu, pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan pola penggunaan.
Sistem Hybrid Tidak Sama
Suzuki Ertiga Hybrid mengandalkan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).
Sistem ini masuk kategori mild hybrid yang membantu kerja mesin ketika mobil berakselerasi sekaligus mendukung fungsi auto start-stop.
Pada sistem tersebut, mesin bensin masih menjadi sumber tenaga utama.
Teknologi elektrifikasi lebih berperan membantu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.
Berbeda dengan Ertiga, Toyota Veloz Hybrid menggunakan sistem Toyota Hybrid System (THS).
Teknologi full hybrid tersebut memungkinkan motor listrik ikut menggerakkan kendaraan dalam kondisi tertentu, terutama ketika mobil melaju pada kecepatan rendah.
Penggunaan transmisi e-CVT juga membuat perpindahan tenaga pada Veloz Hybrid terasa lebih halus.
Adu Irit BBM
Dari data pengujian yang dicantumkan, Veloz Hybrid menunjukkan keunggulan dalam konsumsi bahan bakar, khususnya ketika digunakan di luar kota.
| Faktor | Suzuki Ertiga Hybrid | Toyota Veloz Hybrid |
|---|---|---|
| Sistem hybrid | Mild Hybrid SHVS | Full Hybrid THS |
| Dalam kota | 14,5 km/l | 15,1 km/l |
| Tol/luar kota | 15,09 km/l | 18,2 km/l |
| Kapasitas tangki | 45 liter | 43 liter |
| Ground clearance | 180 mm | 205 mm |
| Transmisi | MT/AT | e-CVT |
Jika hanya melihat angka konsumsi BBM, Veloz Hybrid memiliki keunggulan cukup jelas. Selisih paling besar terlihat pada pemakaian luar kota atau jalan tol.
Ertiga Hybrid Menarik untuk Mobilitas Harian
Meski kalah dalam catatan konsumsi BBM, Ertiga Hybrid memiliki sejumlah keunggulan untuk penggunaan sehari-hari.
Dimensi yang relatif kompak membuat mobil ini lebih mudah diajak bermanuver ketika melewati jalan perkotaan atau kawasan dengan akses yang tidak terlalu lebar.
Sistem mild hybrid yang lebih sederhana juga menjadi pertimbangan bagi konsumen yang mengutamakan kemudahan perawatan dan efisiensi biaya kepemilikan.
Kapasitas tangki 45 liter turut menjadi nilai tambah karena memungkinkan mobil membawa bahan bakar lebih banyak dalam sekali pengisian.
Veloz Hybrid Lebih Menjanjikan untuk Perjalanan Jauh
Untuk kebutuhan perjalanan antarkota, touring keluarga, atau penggunaan rutin di jalan tol, Veloz Hybrid menawarkan paket yang lebih menarik.
Konsumsi bahan bakarnya yang tercatat mencapai sekitar 18,2 km/liter di rute luar kota membuat kebutuhan pengisian BBM bisa ditekan.
Ground clearance 205 mm juga menjadi keunggulan ketika mobil melewati jalan dengan kondisi kurang ideal.
Sementara sistem full hybrid memberikan karakter berkendara yang lebih halus, terutama saat mobil bergerak pada kecepatan rendah.
Mana yang Lebih Layak Dipilih?
Jika prioritasnya adalah mobil keluarga untuk aktivitas sehari-hari, sistem yang lebih sederhana, serta pertimbangan biaya kepemilikan, Ertiga Hybrid masih memiliki daya tarik kuat.
Sebaliknya, konsumen yang mengutamakan teknologi hybrid lebih canggih, konsumsi BBM lebih rendah, kenyamanan berkendara, dan penggunaan perjalanan jauh bisa mempertimbangkan Veloz Hybrid.
Dengan demikian, Toyota Veloz Hybrid unggul dalam efisiensi bahan bakar, terutama pada rute luar kota dan tol.
Namun, Suzuki Ertiga Hybrid tetap menarik bagi konsumen yang mencari MPV keluarga dengan pendekatan elektrifikasi yang lebih sederhana dan rasional untuk penggunaan harian. (*/him)