Toyota Veloz Hybrid vs BYD M6 DM-i, Duel MPV Elektrifikasi Harga Rp 300 Jutaan

Abdul Rochim • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:08 WIB
Toyota Veloz Hybrid versus BYD M6 M-i. (AI/ABD. ROCHIM)
Toyota Veloz Hybrid versus BYD M6 M-i. (AI/ABD. ROCHIM)

RADARPATI.JAWAPOS.COM – Persaingan mobil keluarga di Indonesia semakin menarik.

Segmen MPV kini tidak hanya menawarkan mesin bensin konvensional, tetapi juga pilihan elektrifikasi dengan teknologi berbeda.

Dua model yang menarik perhatian adalah Toyota Veloz Hybrid dengan sistem full hybrid dan BYD M6 DM-i yang mengusung teknologi plug-in hybrid (PHEV).

Menariknya, harga keduanya berada di rentang yang berdekatan sehingga konsumen dihadapkan pada pilihan antara kemudahan penggunaan dan teknologi elektrifikasi yang lebih agresif.

Baca Juga: Toyota Yaris Generasi Kelima Bakal Punya Varian Listrik hingga Hybrid pada 2027

Toyota Veloz Hybrid Tak Perlu Charging

Toyota Veloz Hybrid menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik.

Sistem tersebut bekerja secara otomatis tanpa membutuhkan pengisian baterai menggunakan charger eksternal.

Baterai mendapatkan energi antara lain melalui sistem regenerasi saat mobil melaju dan melakukan pengereman.

Pengguna pun cukup mengisi bensin seperti mobil konvensional.

Kepraktisan menjadi salah satu keunggulan utama Veloz Hybrid, terutama bagi konsumen yang belum terbiasa dengan aktivitas charging.

BYD M6 DM-i Lebih Dekat ke Mobil Listrik

Berbeda dengan Veloz, BYD M6 DM-i menggunakan sistem Dual Mode plug-in hybrid. Baterainya dapat diisi melalui sumber listrik eksternal.

Teknologi tersebut memungkinkan mobil mengandalkan tenaga listrik dalam kondisi tertentu. Mesin bensin kemudian berperan sebagai pendukung sistem penggerak.

Karakter ini membuat M6 DM-i menawarkan pengalaman berkendara yang lebih mendekati mobil listrik.

Namun, pemilik perlu rutin melakukan pengisian daya jika ingin mendapatkan efisiensi optimal.

BYD Unggul Ukuran, Toyota Punya Ground Clearance

Dari dimensi, BYD M6 DM-i memiliki bodi lebih panjang. Panjangnya sekitar 4.710 mm dengan wheelbase 2.800 mm.

Sementara Veloz Hybrid memiliki panjang sekitar 4.500 mm dan wheelbase 2.750 mm.

Dimensi tersebut berpotensi memberikan ruang kabin yang lebih lega, terutama bagi penumpang baris kedua dan ketiga.

Toyota memiliki keunggulan pada ground clearance yang mencapai sekitar 205 mm.

Jarak tersebut menjadi nilai tambah ketika mobil digunakan melewati polisi tidur, jalan rusak, atau genangan.

Harga Saling Berdekatan

Pertarungan semakin menarik karena harga keduanya berada di kisaran Rp 300 jutaan. 

BYD M6 DM-i dipasarkan mulai sekitar Rp298 juta, sedangkan Toyota Veloz Hybrid varian dasar berada di kisaran Rp303 juta.

Selisih harga yang tipis membuat konsumen harus menentukan prioritas.

Veloz menawarkan kemudahan penggunaan tanpa charging, sedangkan M6 DM-i membawa teknologi PHEV dengan kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik.

Toyota Unggul Jaringan, BYD Bawa Teknologi

Veloz Hybrid masih memiliki modal kuat berupa jaringan dealer dan layanan purna jual Toyota yang luas.

Faktor tersebut menjadi pertimbangan penting bagi konsumen mobil keluarga, termasuk kemudahan mendapatkan suku cadang dan layanan servis.

Di sisi lain, BYD M6 DM-i berpotensi menarik konsumen yang menginginkan teknologi elektrifikasi lebih modern tanpa langsung beralih ke mobil listrik murni.

Pada akhirnya, pilihan kembali pada kebutuhan. Veloz Hybrid lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan dan tidak ingin repot melakukan charging.

Sementara M6 DM-i menarik bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman berkendara lebih dekat dengan mobil listrik.

Duel keduanya sekaligus menunjukkan bahwa pilihan mobil elektrifikasi di Indonesia semakin beragam.

Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan merek, tetapi juga teknologi dan pola penggunaan kendaraan. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
Toyota Veloz Hybrid BYD M6 DM-i MPV hybrid mobil PHEV Indonesia mobil keluarga elektrifikasi