Binter Merzy: Motor Jadul yang Dulu Biasa, Kini Bisa Bernilai Rp 60 Juta

Iwan Arfi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:03 WIB
Kawasaki Binter Merzy KZ 200
Kawasaki Binter Merzy KZ 200

 

JAKARTA – Bagi para pencinta motor klasik tanah air, nama Binter Merzy punya posisi tersendiri dalam sejarah otomotif nasional. 

Sepeda motor bongsor berkapasitas 250 cc yang mengaspal di dekade 1980-an ini pernah dinobatkan sebagai motor bermesin terbesar yang diproduksi secara masal di Indonesia pada zamannya.

Sempat meredup, kini Binter Merzy kembali diburu dan harganya meroket di pasar kolektor.

Binter (Bintang Terang) merupakan merek lokal dari PT Bintang Terang Indonesia, agen tunggal pemegang merek Kawasaki di Indonesia kala itu.

Merzy—yang memiliki nama asli Kawasaki KZ200 di pasar global—pertama kali diperkenalkan ke publik tanah air pada tahun 1980 dan diproduksi hingga tahun 1986.

Kehadirannya saat itu langsung menggebrak pasar.

Di tengah dominasi motor bebek dan motor sport berkapasitas 100 cc hingga 125 cc buatan Jepang, Binter Merzy datang membawa mesin 4-tak berkapasitas 200 cc (sering disebut kelas 250 cc oleh masyarakat lokal) dengan raungan suara khas mesin tunggal yang padat dan berkarakter.

Di era awal rilisnya (1980–1982), Binter Merzy generasi pertama masih menggunakan sistem pengapian platina dan rem tromol di bagian depan.

Baru pada generasi kedua (1983–1986) atau yang dikenal dengan sebutan Merzy CDI, pabrikan melakukan pembaruan besar-besaran: pengapian CDI, rem cakram depan, hingga pembaruan pada panel instrumen dan kelistrikan.

Pada masa keemasannya, motor ini dibanderol pada kisaran ratusan ribu hingga Rp 1 jutaan—angka yang tergolong mewah pada awal 1980-an.

Sempat tergerus zaman pada era 1990-an hingga 2000-an karena dinilai boros bahan bakar dan sulit dicari suku cadangnya, Binter Merzy kini justru mengalami kenaikan nilai yang signifikan.

Ada beberapa alasan mengapa "moge legendaris" ini kembali naik daun:

Pionir Otomotif Nusantara: Binter Merzy memegang status historis sebagai pelopor motor kapasitas besar lokal sebelum munculnya era moge modern.

Basis Utama Modifikasi Custom: Rangka tunggal (single cradle) dan proporsi mesin yang padat membuat Binter Merzy menjadi kanvas favorit bagi para builder aliran Chopper, Bobber, hingga Cafe Racer.

Kelangkaan Unit Orisinal: Karena banyak yang dipotong untuk bahan modifikasi, unit Binter Merzy yang masih mempertahankan bentuk standar pabrik beserta surat-surat lengkap menjadi barang langka bernilai tinggi.

Saat ini, harga Binter Merzy untuk kondisi bahan modifikasi berada di kisaran Rp 15 juta hingga Rp 25 juta.

Sedangkan untuk unit restorasi orisinal penuh dengan dokumen pajak hidup, harganya stabil di angka Rp 35 juta hingga Rp 60 juta, bahkan bisa lebih tinggi tergantung tingkat keaslian komponen pabrikannya.

Dari kendaraan operasional gagah era 80-an, Binter Merzy kini resmi menyandang status sebagai barang investasi otomotif retro.

Editor : Iwan Arfi
otomotif kawasaki Kawasaki Binter Merzy