Honda, Yamaha, atau Kawasaki? Ini Merek Motor Jepang dengan Harga Jual Kembali Paling Stabil

Abdul Rochim • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 06:16 WIB
Motor bekas Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki. (Rideapart)
Motor bekas Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki. (Rideapart)

JAKARTA — Bagi masyarakat Indonesia, membeli sepeda motor bukan hanya soal merek, desain, dan performa.

Harga jual kembali juga menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum menentukan pilihan.

Pertimbangan tersebut berkaitan dengan biaya kepemilikan dalam jangka panjang.

Motor dengan harga bekas yang relatif stabil dapat memberikan keuntungan lebih besar ketika pemilik ingin menjual kendaraan atau melakukan upgrade ke model baru.

Baca Juga: Kawasaki Kaze, Bebek Badak yang Pernah Jadi Andalan Sebelum Era Ninja 4 Silinder

Di pasar Indonesia, tiga merek Jepang yang kerap dibandingkan adalah Honda, Yamaha, dan Kawasaki. 

Ketiganya memiliki karakter pasar berbeda. Lantas, bagaimana ketiganya jika dilihat dari sisi nilai jual kembali?

Honda, Nilai Jual Kembali Cenderung Stabil

Honda menjadi salah satu merek dengan pasar sepeda motor bekas terbesar di Indonesia.

Jumlah pengguna yang sangat banyak membuat permintaan terhadap motor Honda bekas relatif kuat.

Sejumlah model Honda juga dikenal memiliki depresiasi harga yang cukup rendah, terutama motor yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Beberapa model Honda yang memiliki daya tarik di pasar bekas antara lain:

Dari sisi resale value, Honda memiliki beberapa keunggulan.

Seperti jumlah peminat yang besar, ketersediaan suku cadang yang mudah, biaya perawatan relatif terjangkau, serta kemudahan menjual kembali kendaraan.

Karena itu, untuk konsumen yang mencari motor harian sekaligus mempertimbangkan nilai jual beberapa tahun mendatang, Honda kerap menjadi pilihan yang relatif aman.

Yamaha, Kuat di Skutik Premium dan Motor Sport

Yamaha juga memiliki posisi kuat di pasar motor bekas Indonesia. Sejumlah model Yamaha memiliki komunitas pengguna yang besar sehingga permintaannya tetap terjaga.

Keluarga NMAX, Aerox, R15, hingga beberapa model premium lainnya menjadi contoh motor Yamaha yang memiliki daya tarik tersendiri di pasar bekas.

Beberapa model yang dikenal memiliki nilai jual menarik antara lain:

Yamaha memiliki keunggulan berupa desain yang modern dan sporty, basis pengguna muda yang besar, komunitas yang kuat, serta pasar yang cukup luas untuk sejumlah model premium.

Nilai jual kembali Yamaha terutama cukup menarik pada segmen skutik premium dan motor sport yang memiliki banyak penggemar.

Kawasaki, Kuat pada Model Tertentu

Kawasaki memiliki karakter pasar yang berbeda dibandingkan Honda dan Yamaha. Pabrikan ini lebih kuat di segmen motor sport, trail, hingga kendaraan premium.

Karena pasar Kawasaki lebih spesifik, nilai jual kembali sangat bergantung pada model, kondisi unit, serta tingkat permintaan terhadap kendaraan tersebut.

Beberapa model Kawasaki yang memiliki daya tarik di pasar bekas antara lain:

Kawasaki memiliki basis penggemar yang cukup loyal. Model tertentu bahkan menjadi incaran penghobi maupun kolektor.

Citra sebagai motor sport dan premium juga membuat sejumlah produknya mampu mempertahankan harga bekas.

Namun, tidak semua model Kawasaki memiliki pasar seluas motor harian Honda atau Yamaha.

Pemilik terkadang membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan pembeli yang sesuai.

Bukan Cuma Merek, Ini yang Menentukan Harga Bekas

Nilai jual kembali sebuah motor tidak hanya ditentukan oleh merek. Kondisi unit dan karakter model juga sangat berpengaruh.

1. Kondisi mesin

Mesin yang sehat dan minim masalah tentu meningkatkan kepercayaan calon pembeli.

2. Riwayat perawatan

Motor dengan riwayat servis yang jelas, buku servis lengkap, dan perawatan rutin biasanya lebih mudah dipasarkan.

3. Kondisi fisik

Kondisi bodi, cat, kaki-kaki, ban, serta kelengkapan kendaraan turut memengaruhi harga jual.

4. Popularitas model

Motor yang memiliki banyak peminat cenderung mengalami depresiasi lebih rendah karena permintaan di pasar bekas tetap tinggi.

5. Tahun produksi

Semakin tua usia kendaraan, harga biasanya semakin turun. Namun, terdapat pengecualian untuk model tertentu yang memiliki nilai historis atau menjadi buruan kolektor.

Jadi, Honda, Yamaha, atau Kawasaki?

Jika dilihat secara umum dari karakter pasar Indonesia, Honda cenderung memiliki nilai jual kembali paling stabil, terutama karena jumlah pengguna dan permintaan motor bekasnya sangat besar.

Yamaha juga memiliki resale value yang kuat, khususnya pada model skutik premium dan motor sport yang mempunyai basis penggemar besar.

Sementara Kawasaki memiliki nilai jual kembali yang menarik pada model tertentu seperti Ninja, KLX, W175, dan beberapa produk lainnya.

Hanya saja, pasarnya lebih spesifik dibandingkan Honda dan Yamaha.

Pada akhirnya, memilih motor dengan harga jual kembali tinggi tidak cukup hanya melihat logo merek.

Model yang populer, kondisi kendaraan, riwayat perawatan, dan kelengkapan unit juga menjadi faktor penting yang menentukan seberapa kuat harga motor tersebut ketika dijual kembali. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
harga jual kembali motor Honda Yamaha Kawasaki motor bekas Jepang resale value motor motor dengan harga bekas stabil