RADARPATI.JAWAPOS.COM - Yamaha F1ZR atau yang lebih populer dengan sebutan Fiz R masih menjadi salah satu motor bebek 2-tak lawas yang mempunyai daya tarik kuat di pasar motor bekas.
Meski sudah tidak lagi diproduksi, harga unit bekasnya justru bertahan dan untuk kondisi tertentu dapat menembus Rp 20 juta lebih.
Berdasarkan sejumlah listing Yamaha F1ZR bekas yang terpantau di OLX, harga unit yang ditawarkan cukup beragam.
Ada F1ZR yang dipasarkan sekitar Rp 9 juta, tetapi ada pula unit tahun 2003 dengan sistem full clutch yang ditawarkan Rp 18,5 juta hingga Rp 22,5 juta.
Sementara F1ZR 2004 dengan kondisi orisinal terlihat ditawarkan sekitar Rp 14,9 juta sampai Rp 20,5 juta.
Artinya, anggapan bahwa semua Yamaha F1ZR bekas berada di harga Rp 6 juta-Rp 10 juta sudah tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi pasar saat ini.
Harga sangat bergantung pada tahun produksi, kondisi mesin dan bodi, kelengkapan surat, tingkat orisinalitas, serta jenis varian yang ditawarkan.
Baca Juga: Honda Supra X 160 R Mencuat, Ini Spesifikasi Mesin, Fitur, hingga Perkiraan Harga
Untuk unit yang kondisinya biasa atau membutuhkan perbaikan, harga dapat berada di bawah Rp10 juta. Di OLX bahkan terdapat sejumlah penawaran F1ZR lawas di sekitar Rp 9 juta-Rp 10 juta.
Namun, unit yang lebih terawat, surat lengkap, dan memiliki komponen orisinal cenderung dipasarkan lebih tinggi.
F1ZR tahun 2003 dan 2004 menjadi salah satu yang menarik perhatian karena sejumlah unit sudah menggunakan konfigurasi full clutch.
Listing yang terpantau memperlihatkan F1ZR 2003 full clutch berada di kisaran Rp 18,5 juta, sementara unit lainnya ditawarkan Rp 22,5 juta. F1ZR 2004 orisinal juga muncul di kisaran Rp 14,9 juta hingga Rp 20,5 juta.
Di sisi lain, harga tidak selalu mengikuti tahun produksi. Kondisi dan tingkat keaslian bisa membuat F1ZR tahun lebih tua memiliki banderol tinggi.
Salah satu listing bahkan menawarkan F1ZR tahun 1997 seharga Rp 25 juta. Ada pula F1ZR tahun 2000 yang ditawarkan Rp 23 juta untuk varian Marlboro di wilayah Depok.
Karena itu, harga Yamaha F1ZR bekas pada 2026 lebih tepat dipandang sebagai rentang yang sangat dinamis.
Dari listing yang tersedia, calon pembeli dapat menemukan unit mulai sekitar Rp 9 juta, sementara unit dengan spesifikasi, kondisi, dan tampilan tertentu dapat masuk ke rentang Rp 15 juta-Rp 25 juta atau lebih.
Faktor kelengkapan dokumen juga tidak boleh diabaikan. Motor dengan STNK dan BPKB yang jelas, nomor rangka serta nomor mesin sesuai, dan status pajak yang baik biasanya lebih menarik bagi pembeli dibandingkan unit yang membutuhkan banyak pekerjaan administratif maupun mekanis.
Kondisi mesin menjadi faktor berikutnya. Sebagai motor 2-tak yang sudah berusia lebih dari dua dekade, kesehatan mesin F1ZR sangat menentukan nilai sebuah unit.
Suara mesin, respons gas, kondisi transmisi, sistem pelumasan, karburator, serta kemungkinan adanya bekas bongkar mesin menjadi hal yang patut diperiksa sebelum transaksi.
Daya tarik F1ZR tidak terlepas dari karakter mesinnya. Yamaha F1ZR dibekali mesin satu silinder 2-tak berkapasitas 110,4 cc.
Mesin tersebut mempunyai diameter silinder dan langkah piston 52,0 x 52,0 mm, rasio kompresi 7,1:1, serta menggunakan karburator Mikuni VM20.
Di atas kertas, mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimal 11,8 HP pada 7.500 rpm dan torsi puncak 10,7 Nm pada 6.500 rpm. Tenaga disalurkan melalui transmisi manual empat percepatan.
Bobot motor yang hanya sekitar 95 kilogram turut membuat karakter F1ZR dikenal ringan dan lincah.
Salah satu perubahan penting dalam perjalanan F1ZR terjadi pada sistem kopling. Model awal F1ZR yang diperkenalkan pada 1997 menggunakan sistem kopling yang masih semiotomatis meski sudah memiliki tuas kopling.
Kemudian, pembaruan pada sekitar 2000 membawa konfigurasi full clutch atau kopling manual konvensional.
Karakter full clutch inilah yang membuat sebagian F1ZR generasi akhir menjadi incaran penghobi.
Di pasar sekarang, istilah seperti “F1ZR full clutch 2003” atau “F1ZR 2004 full clutch” sering menjadi bagian penting dalam iklan jual beli dan dapat memengaruhi harga yang diminta penjual.
Baca Juga: Royal Enfield Shotgun 650 x Rough Crafts Edition, di Indonesia Hanya Empat Unit Dijual secara Resmi
Soal tahun produksi, terdapat perbedaan informasi di sejumlah sumber sekunder mengenai tahun terakhir F1ZR. DetikOto menyebut F1ZR diperkenalkan pada 1997 dan membahas unit generasi tersebut, sementara sumber lain menyebut produksinya dihentikan pada 2004.
Karena itu, klaim bahwa terdapat “F1ZR baru tahun 2005” perlu dibaca hati-hati. Listing pasar memang masih dapat menggunakan label tahun 2005, tetapi label iklan tersebut tidak otomatis membuktikan tahun produksi resmi terakhir.
Menariknya, keberadaan unit New Old Stock (NOS) juga pernah diberitakan.
DetikOto melaporkan adanya Yamaha F1ZR yang masih tersimpan sebagai unit baru lama di sebuah dealer Yamaha. Kondisi seperti ini tentu berbeda dengan motor bekas biasa dan memiliki nilai tersendiri bagi kolektor.
Hal tersebut ikut menjelaskan mengapa harga F1ZR tidak bisa disamakan dengan motor bebek tua biasa.
Semakin sulit menemukan unit dengan kondisi orisinal, komponen bawaan yang masih lengkap, dokumen jelas, serta kondisi mesin yang sehat, semakin besar pula peluang harga yang diminta penjual meningkat.
Untuk edisi khusus atau motor yang diklaim sebagai varian kolektor seperti Marlboro atau Caltex, harga bisa jauh lebih tinggi dibandingkan unit standar.
Namun, angka Rp 30 juta-Rp 55 juta yang kerap disebut di pasar sebaiknya tidak dianggap sebagai harga normal seluruh F1ZR.
Harga tersebut lebih tepat diposisikan sebagai harga penawaran untuk unit langka atau sangat istimewa, dan tetap harus dibuktikan berdasarkan kondisi, keaslian serta riwayat unit.
Pasar saat ini menunjukkan bahwa F1ZR masih mempunyai peminat. OLX menampilkan puluhan iklan terkait Yamaha F1ZR, dengan pilihan harga mulai dari kisaran Rp 9 juta hingga lebih dari Rp 20 juta.
Bahkan terdapat kategori listing yang memperlihatkan unit di rentang Rp 20 juta-Rp 25 juta.
Dengan demikian, jika ingin mencari Yamaha F1ZR untuk dipakai harian, kisaran Rp9 juta-Rp15 juta dapat menjadi titik awal pencarian, tetapi kondisi unit harus menjadi pertimbangan utama.
Untuk F1ZR full clutch yang terawat dan relatif orisinal, harga Rp 15 juta-Rp 22 juta lebih realistis berdasarkan sejumlah iklan yang sedang beredar.
Sementara unit dengan kelangkaan, kelengkapan, atau nilai kolektor tertentu dapat dipatok lebih tinggi.
Yang perlu diingat, harga pada situs jual beli merupakan harga yang diminta penjual, bukan otomatis harga transaksi akhir.
Negosiasi, lokasi, kelengkapan dokumen, kondisi pajak, serta hasil pemeriksaan kendaraan dapat membuat harga kesepakatan berbeda dari angka yang tercantum dalam iklan.
Jadi, Yamaha F1ZR memang bukan lagi motor baru yang bisa dibeli dari lini produksi Yamaha saat ini. Nilainya kini lebih banyak ditentukan oleh pasar motor bekas, penghobi dan kolektor.
Justru karena usianya semakin tua dan unit yang benar-benar orisinal semakin sulit ditemukan, Fiz R tetap mempunyai daya tarik tersendiri di tengah maraknya motor modern.
Bagi calon pembeli, jangan hanya tergoda angka murah atau tampilan mulus.
Pastikan nomor rangka dan mesin sesuai dokumen, periksa kondisi mesin dan transmisi, cek sistem kelistrikan, teliti keaslian komponen, serta lakukan pengecekan fisik sebelum membayar.
Ringkasnya, harga Yamaha F1ZR bekas 2026 berada pada rentang yang lebar. Unit biasa dapat ditemukan sekitar Rp 9 juta-Rp 15 juta, sedangkan F1ZR yang lebih terawat, full clutch, dan relatif orisinal dapat berada di kisaran Rp 15 juta-Rp 25 juta.
Untuk unit yang benar-benar langka atau bernilai kolektor, penjual dapat memasang harga lebih tinggi, tetapi angka tersebut tidak dapat dianggap sebagai patokan harga pasar umum.
Editor : Mahendra Aditya