4 Pemain Grade A Eropa Ini Bisa Naturalisasi Timnas Indonesia

Zakarias Fariury • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:02 WIB
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia

RADARPATI.JAWAPOS.COM - Gagalnya peluang Dean Zandbergen memperkuat Timnas Indonesia membuat perhatian kembali tertuju pada sejumlah pemain keturunan yang berkarier di Eropa. Setidaknya, ada empat nama potensial yang bisa dipertimbangkan PSSI untuk menambah kekuatan skuad Garuda.

Pelatih John Herdman sebelumnya menjelaskan bahwa Zandbergen belum memenuhi ketentuan FIFA karena garis keturunannya berasal dari buyut. Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa proses naturalisasi tidak hanya bergantung pada kemampuan pemain, tetapi juga harus memenuhi persyaratan administratif dan regulasi yang berlaku.

Berikut empat pemain keturunan yang dinilai memiliki potensi untuk memperkuat Timnas Indonesia.

1. Pascal Struijk

Pascal Struijk merupakan bek tengah berusia 27 tahun yang disebut bergabung dengan Brighton & Hove Albion pada musim panas 2026 setelah sebelumnya memperkuat Leeds United.

Ia memiliki garis keturunan Indonesia melalui kakek dan neneknya. Pengalamannya di Premier League membuat Struijk menarik untuk diperhatikan, terutama untuk memperkuat sektor pertahanan Timnas Indonesia.

Namun, status kelayakannya berdasarkan aturan FIFA tetap perlu dipastikan sebelum peluang tersebut dapat ditindaklanjuti.

Baca Juga: Naturalisasi Teisei Marukawa Masuk Tahap Final, Bisa Main di Piala Asia 2027?

2. Jayden Oosterwolde

Bek berusia 25 tahun ini memperkuat Fenerbahce dan mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri. Oosterwolde memiliki darah Indonesia dari pihak ibu, sementara ayahnya berasal dari Suriname.

Ia pernah mendapat pendekatan terkait peluang membela Timnas Indonesia maupun Suriname. Meski memiliki pengalaman di kompetisi Turki dan Eropa, Oosterwolde disebut masih memprioritaskan kesempatan memperkuat Timnas Belanda.

Selain persetujuan pemain, PSSI juga perlu memastikan garis keturunannya memenuhi ketentuan FIFA.

3. Jenson Seelt

Jenson Seelt, bek berusia 23 tahun, saat ini bermain untuk Swansea City dengan status pinjaman dari Sunderland. Ia memiliki hubungan keluarga dengan Indonesia melalui pihak ibu, dengan kakek yang dilaporkan berasal dari Itawaka, Maluku.

Pernah menimba ilmu di akademi PSV Eindhoven, Seelt juga memiliki pengalaman bermain di Inggris dan Jerman. Dengan tinggi sekitar 195 sentimeter, ia berpotensi memberikan tambahan kekuatan dalam duel udara.

Seelt pernah memperkuat tim kelompok usia Belanda. Karena itu, riwayat penampilannya bersama tim nasional kelompok umur perlu diperiksa untuk mengetahui kemungkinan perpindahan asosiasi.

4. Demiane Agustien

Demiane Agustien menjadi nama lain yang patut dipantau. Gelandang serang berusia 19 tahun ini merupakan bagian dari lingkungan akademi Arsenal dan juga dapat bermain di sektor sayap.

Agustien memiliki darah Indonesia dari keluarga ibunya. Neneknya dilaporkan lahir di Jakarta, sehingga latar belakang tersebut menarik perhatian dalam pembahasan peluang naturalisasi.

Pada 13 Oktober 2026, Staf Khusus Menteri Hukum Noor Korompot menyampaikan bahwa tim hukum PSSI sedang mempelajari kemungkinan naturalisasi Agustien.

Meski demikian, pemain muda tersebut memiliki riwayat membela tim kelompok usia Curaçao dan Belanda. Statusnya perlu ditelaah lebih lanjut berdasarkan regulasi FIFA.

Keempat nama tersebut berpotensi menjadi opsi bagi Timnas Indonesia. Namun, peluang mereka memperkuat skuad Garuda tetap bergantung pada kelengkapan dokumen, pemenuhan aturan FIFA, serta kesediaan masing-masing pemain untuk membela Indonesia. (*)

Editor : Zakarias Fariury
Piala Asia 2027 pemain naturalisasi piala dunia 2030 Timnas Indonesia kualifikasi